Semangat nasionalisme ditunjukkan karyawan Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) di Jalan Kalimantan Blitar dalam menyambut Hari Pancasila dengan berpakaian jadul
Perseteruan Ahmad Dhani dan Once Mekel belum mereda. Kini, mantan personil Dewa 19 menjadi sorotan. Foto lawasnya menjadi model majalah beredar di jagat maya.
Zaman sudah berubah, semuanya beradaptasi, termasuk bisnis yang dulunya maju. Dulu kita baca berita di koran, sekarang baca di layar yang bernama ponsel pintar.
Kue tradisional madu mongso umumnya terbuat dari bahan ketan hitam, namun di tangan seorang ibu rumah tangga asal Pati, Jawa Tengah, kue jadul tersebut diinovasikan dengan bahan pisang klutuk atau pisang batu.
Puthu bumbung merupakan jajanan jadul yang masih bertahan hingga kini. Tak hanya makanannya yang eksis, tapi juga cara jualannya yang tetap dipikul keliling.Â
Seorang warga Salatiga masih menyimpan puluhan koleksi mainan masa kecilnya tahun 1970an-1980an. Mulai dari mobil, robot hingga pistol yang masih berfungsi.
Bentuk bangunan berupa rumah sotong jawa Banyumasan dengan detailing ornamen kayu, terdapat perabot dan perkakas berusia tua, membuat waktu seperti terjeda.
Di Purbalingga ada kue tradisional zaman dulu yang hingga saat ini masih diproduksi. Namanya kue toso, digemari karena cocok untuk camilan di berbagai acara.
Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati.
Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.