Saksi meringankan dakwaan terdakwa Ricky Rizal, dari Universitas Bhayangkar Solahudin ungkap hasil tes poligraf atau uji kebohongan menjadi alat bukti yang sah
Dari hasil uji poligraf, salah satu terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, yaitu Ricky Rizal Wibowo telah dinilai jujur.
Ahli Poligraf Aji Febriyanto Ar Rosyid mengungkap hasil lie detector atau uji kebohongan terdakwa Kuat Ma'ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
Pelaksanaan uji poligraf di penuhi pro kontra sejumlah kalangan, Psikolog Forensik Tegaskan Penggunaan Lie Detector Tidak Kredibel, Bongkar Sejumlah Problem..
Penuh pertanyaan soal penggunaan uji poligraf. Adapun Psikolog Forensik ungkap problem pemeriksaan Lie Detector pada tersangka yang dinilai tidak kredibel, 12/9
Penuh pertanyaan penggunaan lie detector oleh Bareksrim, khawatir hasil lie Detector buat bias peran tersangka, Pengacara Brigadir J klaim akan bantu Bharada E.
Uji kebohongan menggunakan lie detector. Adapun Pengacara Brigadir J tegaskan akan bantu Bharada E jika hasil lie detector bias: Harus adili sesuai kapasitasnya
Reza Indragiri sebagai Psikolog Forensik bongkar 3 poin soal kondisi Bharada E menembak karena manut atasan, Dalih lolos pidana? ada pertanyaan dari hakim, 9/9
Para Tersangkaelah melakukan tes uji kebohongan, Pandangan Susno Duadji soal Lie Detector buat Tersangka: Sudahlah pakai alat bukti yang sudah ditentukan.. 9/9
Seluruh tersangka telah melakukan tes uji kebohongan gunakan lie detector, Kini Kuasa Hukum klaim Bharada E cerminan anak muda yang ingin berbakti pada negara.
Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah,
Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.