Pemerkosaan itu diawali korban dari perkenalannya dengan pelaku utama, GT alias A (19), warga Jalan SM Raja, Gang Perhubungan pada Sabtu (10/2/2024) malam saat mendatangi rumah temannya D di Medan Johor, Delitua.
Mayat ini diduga merupakan pelajar SD bernama Alfaris (10) anak pasangan Ibrahim dan Titik Susanti, warga Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu, yang hilang tenggelam di Sungai Musi pada dua pekan lalu.
Hal ini diungkapkan Azmi (43), yang merupakan suami korban di rumahnya, Rabu (8/11/2023). Korban diketahui bernama Rumita warga Dusun 1 Pauh Hamparan Perak, Deli Serdang. Haha
Setelah 10 tahun selesai dibangun dan tak berpenghuni, tujuh rumah toko (ruko) yang berada di jalan lintas Sumut - Aceh, tepatnya di Desa Tandam Hulu 2, Kecamat
Kemeriahan HUT RI ke 78Â juga dirasakan bagi warga Kecamatan Sirapit Kabupaten Langkat. Pasalnya, guna memeriahkan perayaan hari kemerdekaan tahun ini sedikitnya
Kepolisian Resort Ogan Komering Ulu Selatan mengamankan seorang ayah durjana berinial S (71) yang diduga melakukan rudapaksa terhadap anak kandungnya sendiri be
Achmad Baidowi alias Awiek tegaskan pihaknya tidak dapat terima tuntutan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) soal dana desa 10 persen dari APBN.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman membuka peluang hadirnya tambahan pemain naturalisasi guna memperkuat Skuad Garuda. Di era kepemimpinannya, sejumlah ... -
Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Insiden memalukan mewarnai lanjutan pekan ke-23 Serie A. Kapten Inter Milan, Lautaro Martinez, secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada kiper Emil Audero menyusul aksi pelemparan kembang api dari tribun pendukung Nerazzurri yang mengarah langsung ke sang penjaga gawang.