Bencana banjir besar dan longsor di Pakistan menewaskan ratusan jiwa sejak pertengahan Agustus 2025, Kemlu RI memastikan bahwa tidak ada WNI yang jatuh menjadi korban.
Korban tewas bencana banjir bandang dan longsor akibat hujan deras di Pakistan terus meningkat hingga 351 orang, demikian dilaporkan media Geo News pada Ahad, mengutip otoritas setempat.
Belakangan ini diketahui Pakistan baru saja dilanda banjir. Pakistan adalah salah satu diantara banyak negara yang paling terpukul karena adanya perubahan iklim
Perubahan iklim di Pakistan picu curah hujan hingga 50%. Pemanasan global bukan penyebab bencana banjir di Pakistan yang telah menewaskan lebih 1.500 orang
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyeru masyarakat internasional untuk bertindak cepat guna membantu Pakistan yang dilanda banjir,
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Islamabad dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi pastikan tak ada WNI yang jadi korban banjir.
Otoritas Manajemen Bencana Nasional (NDMA) Pakistan mengatakan, hingga Minggu (28/8/2022) jumlah korban mencapai 1.033, sejak banjir melanda pada Juni lalu.
Viral istri Kades di Rembang diduga berzina dengan anggota DPRD berinisial W. Zayyana Ilma mengakui hubungan tersebut, sementara laporan telah masuk ke polisi
Istri Kades Karanganyar, Zayyana Ilma, mengaku enam kali bertemu anggota DPRD Rembang berinisial WD di hotel. Polisi masih mendalami bukti dan laporan dugaan
Berdasarkan penuturan langsung dari korban, dirinya mengaku kakinya dipukul menggunakan kayu seperti bambu, hingga mengalami bengkak pada area yang dipukul.
Kasus tersebut bermula dari OTT KPK di kawasan Jabodetabek pada 14 September 2026 terkait dugaan korupsi dalam pengurusan hak guna bangunan PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Istri Kades Karanganyar, Zayyana Ilma, blak-blakan mengakui hubungan selama delapan bulan dengan anggota DPRD Rembang. Ia mengungkap enam kali pertemuan
Inilah lima poin pernyataan SD Labschool Cibubur soal dugaan bullying yang viral di media sosial Threads. Pihak sekolah menyebut setiap kejadian yang melibatkan siswa perlu mendapat perhatian serius.