Sekitar 45,5 kilogram sabu dan 9.439 butir pil ekstasi, dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, barang bukti ungkap kasus jaringan intern
Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Hisar Sialagan, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait adanya rencana transaksi besar narkoba jenis sabu.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Alfin Rifki alias Toeng, kurir narkotika dengan barang bukti 7 kilogram sabu dan
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan, selama satu tahun terakhir mengamankan 18 orang tersangka beserta barang bukti narkotika jenis sabu
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel, menggagalkan pengiriman 20 kilogram sabu asal Malaysia menuju Kota Palembang.Â
Selain menggagalkan pengiriman
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan, memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 115 Kg dengan cara diblender. Pemusnahan
Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Herri Pras di dunia maya cukup terkenal karena kontroversi. Sebelum kejadian ini, konten kreator pernah menyinggung penceramah UAS dan UAH menuai kecaman.