Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat perlu menggandeng berbagai pihak termasuk perguruan tinggi untuk sosialisasi bencana dan mitigasinya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap mengungkapkan informasi terbaru atau update dari gempa M 5,0 yang terjadi pada Senin (9/6/2025) malam.
BPBD Kabupaten Cilacap melaporkan sejumlah desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terdampak kekeringan meskipun wilayah itu secara umum telah masuk musim hujan.
BPBD menyebut musim kemarau hingga saat ini masih berlangsung di sebagian wilayah Cilacap. Dampak kekeringan atau krisis air bersih juga masih dirasakan warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Jawa Tengah menyatakan jumlah warga yang terdampak kemarau di wilayah itu telah mencapai 2.027 keluarga yang terdiri atas 7.508 jiwa.
Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bahwa masih banyak warga yang masih membutuhkan air bersih dampak dari kekeringan yang cukup panjang ini.
Permohonan bantuan air bersih saat ini mulai berkurang atau tidak sebanyak sebelumnya. Penyaluran bantuan air bersih BPBD Cilacap sesuai dengan permintaan.
Tidak semua desa yang mendapatkan bantuan air bersih itu mengalami kekeringan. Ada beberapa desa yang krisis air bersih karena sumurnya terintrusi air laut.
Sebanyak 7.739 jiwa dari 2.613 KK warga di 4 desa dalam 3 kecamatan di Kabupaten Cilacap terdampak kekeringan, menyusul musim kemarau yang mulai melanda wilayah
Polresta Cilacap memberikan klarifikasi terkait penindakan terhadap pengelola tambang ilegal di wilayah desa Karanggintung, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy mengemukakan sebanyak enam desa di daerah itu mulai terdampak kekeringan, meskipun belum semua wilayah memasuki musim kemarau.
Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Kronologi kecelakaan bermula saat truk bernomor polisi B 9548 MV yang dikemudikan TM melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi menuju Rawa Panjang.
Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Modus perekrutan WNI TPPO sebagai tentara bayaran di Rusia ternyata dipromosikan melalui media sosial TikTok, Facebook, serta grup info loker oleh dua tersangka
AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri