Rumah Ahmad Sahroni yang dijarah massa kini resmi dirobohkan. Berikut deretan fakta terbaru soal kerusakan, alasan pembongkaran, dan keputusan Sahroni tetap tinggal.
Aksi anarkis hingga penjarahan sejumlah kediaman pejabat negara yang terjadi pada Agustus 2025 kemarin menjadi coretan hitam bagi perjalanan Indonesia.
Sabtu 30 Agustus 2025 malam, menjadi hari yang memilukan bagi Surya Utama alias Uya Kuya, pasalnya, rumahnya yang berada di kawasan Duren Sawit Jakarta Timur dijarah habis oleh massa
Belum lama ini, rumah pribadi milik anggota DPR RI, Ahmad Sahroni di Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi target penjarahan massa. Jam tangan mewah dijarah seorang remaja
Rumah mewah Uya Kuya di Pondok Bambu, Jakarta Timur, porak-poranda usai dijarah massa. Coretan protes, perabot rusak, hingga hewan peliharaan ikut hilang.
Ibas minta maaf atas kinerja fraksi Demokrat di DPR. Partainya siap introspeksi, koreksi diri, dan sepakat tuntutan publik soal penghentian tunjangan DPR.
Terlihat bagaimana detik-detik massa yang mengamuk merangsek masuk ke rumah Uya Kuya yang sudah kosong ditinggalkan penghuninya dan menjarah barang-barang di dalamnya.
Setelah aksi unjuk rasa atau demonstrasi, kini massa semakin tidak terkendali. Bukan hanya menargetkan gedung DPR RI saja, melainkan rumah pribadi milik anggota DPR RI, Ahmad Sahroni
Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)