Pengusaha tembakau asal Madura, Haji Khairul Umam alias Haji Her mengaku tidak kenal para tersangka kasus korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Setelah viral video bagi-bagi uang yang dilakukan oleh Gus Miftah beberapa waktu yang lalu di gudang tembakau H Her Pamekasan, Bawaslu Pamekasan akhirnya mengundang pemilik gudang tembakau tersebut.
Gus Miftah beberkan maksud dan tujuannya bagi-bagi uang ke emak-emak di Pemakasan. Di mana saat ini, isu bagi-bagi uangnya dikaitkan dengan kampanye Prabowo
Ulama kondang Miftah Maulana Habiburrohman atau Gus Miftah mengklarifikasi vidionya, yang menampilkan sedang bagi-bagi uang di Pamekasan, Madura. Gus Miftah menyebut asal uangnya berasal dari Khoirul Umam atau yang biasa disapa Haji Her. Haji Her pengusaha tembakau asal Pamekasan yang berjuluk "Sultan Madura" kerap bersedekah pada orang miskin di kampung halamannya.
Polemik mengenai praktik penyewaan apartemen dengan durasi harian hingga hitungan jam di Grand Kamala Lagoon, Bekasi, memicu respons tegas dari pihak pengelola.
Kepolisian rilis rute alternatif yang bisa digunakan pengguna jalan untuk hindari kepadatan buntut aksi penyampaian pendapat pada hari ini, Selasa (20/10/2026).
Kasus penembakan tragis yang menimpa Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai (Bharatu Valdo) di Markas Ditpoludara pada Jumat (16/10) menemui titik terang.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, menyampaikan pandangan optimis mengenai langkah tegas pemerintahan dalam melakukan pembersihan di sektor birokrasi dan pemberantasan korupsi.
Partai Golkar turut menggelar sejumlah kegiatan sosial dalam rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62. Kegiatan sosial berisikan aksi donor darah ter...