Presiden Prabowo Subianto mengendus ada yang tidak beres dengan pengelolaan minyak dan gas, khususnya yang menyangkut dengan PT Pertamina (Pertamina).Â
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 tahun 2025 tentang kerja sama pengelolaan bagian wilayah kerja untuk peningkatan produksi minyak dan gas bumi.
Bahlil Lahadalia mengungkapkan akan menyusun regulasi terkait rencana pemmbelian energi senilai 10 hingga 15 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp244 triliun.
Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa terdapat 301 hasil eksplorasi migas yang belum memasuki tahap POD dan diduga disengaja mangkrak agar RI terus melakukan impor.
Simon menyebut skenario pengalihan porsi impor migas RI ke Amerika Serikat perlu dikaji karena memiliki sejumlah tantangan teknis dan risiko, terutama soal jarak.
Pemerintah akan memasifkan gas bumi rumah tangga untuk efisiensi energi serta kurangi impor LPG. Tagihan hanya Rp20 ribu, tapi jaringan pipa masih terbatas.
Bahlil mendorong industri LPG domestik untuk mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG), serta untuk mewujudkan ketahanan energi nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut, Indonesia harus menghabiskan devisa sebesar Rp500 triliun per tahun untuk membeli minyak mentah dari luar negeri.
Industri keramik RI menjadi sektor yang masuk prioritas karena sejak beberapa tahun ini dihadapkan dengan tantangan daya saing yang sangat tinggi akibat impor.
Terkait memanasnya konflik di Timur Tengah , Dirjen Migas Kementerian ESDM menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang tidak melakukan impor Migas dari Iran.
Pemerintah menargetkan penerimaan pajak pada 2024 sebesar Rp1.988,9 triliun. Target ini tumbuh 9,4% dibandingkan perkiraan realisasi 2023 yang mencapai Rp1.818,2 triliun.
Berhasil bersaing di level Asia, suporter Timnas Voli Indonesia pun terbesit pertanyaan dengan peluang skuad Garuda untuk memiliki kesempatan tampil di ajang Volleyball Nations League (VNL) 2027.
Timnas Voli Indonesia memecahkan sejarah dengan menjuarai AVC Men's Cup 2026. Prestasi ini diraih setelah mengalahkan Korea Selatan di Ahmedabad, India, pada Minggu (28/6/2026).
Meski baru saja meraih gelar juara di AVC Men's Cup 2026, namun Timnas Voli Indonesia tetap gagal lolos ke ajang AVC Men's Volleyball Continental Championship 2026.
Pemerintah resmi menetapkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, penentuan logo kali ini libat
Manajer Timnas Voli Indonesia, Nur Widayanto memberikan apresiasi dan pujian tinggi untuk Reidel Toiran selaku pelatih Garuda, karena dianggap sebagai salah satu otak keberhasilan meraih gelar juara di AVC Men's Cup 2026.
Ketua Umum PBVSI, Imam Sudjarwo menyebut keberhasilan Timnas Voli Indonesia menjuarai AVC Men's Cup 2026 bukanlah sebuah kebetulan. Menurutnya, prestasi bersejarah tersebut lahir dari proses panjang yang telah dipersiapkan dengan matang.