Adik Brigadir merasa geram dan adu cekcok, Reza Hutabarat bongkar perlakuan sosok Kombes yang larang melihat jasad Brigadir J di rumah sakit , (29/10/2022).
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan bahwa foto tersebut merupakan kondisi jasad Brigadir J kurang dari 1 jam setelah peristiwa penembakan terjadi.
Komnas HAM menampilkan foto jasad Brigadir J tak lama setelah penembakan terjadi di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Cara Irjen Ferdy Sambo dan Anak Buah Menghabisi Brigadir J Benar-benar Sadis, Hasil Autopsi Ulang Temukan Hal Tak Lazim Ini, tapi. . . Sosok Brigadir J itu
Waduh, Ada Bekas Lubang Peluru dengan Ukuran Berbeda di Tubuh Brigadir J, Dokter Forensik Akan Ungkap Hasil Autopsi Ulang Hari Senin: Kemungkinan dari Penembak
Panglima TNI, Jendral TNI Andika Perkasa menyatakan siap membantu proses forensik untuk autopsi ulang jasad Brigadir J di Muaro Jambi, apabila diperlukan.
Terkuak fakta baru, soal kasus penembakan Brigadir J yang ditembak Bharada E, di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat 8 Juli 2022 lalu.Â
Setelah menunggu hampir 10 jam, akhirnya 11 orang terdekat Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yang didampingi Kuasa Hukumnya, Komarudin Simanjuntak
Seorang mahasiswa berinisial AHP (20) yang merupakan anak dari mantan Komandan Banser DKI Jakarta periode 2016–2020, diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
UU Polri tersebut digugat oleh Syamsul Jahidin selaku pemohon perkara Nomor 324/PUU-XXIV/2026 yang menyoal tentang petugas Satpam menjadi kewenangan Kapolri.
Pihak SMAN 1 Pamanukan dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jabar di wilayah tersebut harus bertindak lebih cepat sehingga masalah ini dapat dikanalisasi.
Upacara bendera tiba-tiba berubah menjadi unjuk rasa ratusan siswa yang menuntut klarifikasi oknum guru SMAN 1 Pamanukan yang diduga telah melakukan pencabulan.
Menanggapi hal itu Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Anang Supriatna mengatakan bahwa pihaknya tak mengetahui hal tersebut.