News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Reaksi 'Bahagia' Soeharto usai Tahu Sosok Tangan Kanannya Lakukan Ini ke DN Aidit: Ini yang Bapak Maksud?

Soeharto langsung memberikan reaksinya setelah tahu bahwa sosok tangan kanannya melakukan satu hal ini kepada dedengkot PKI, DN Aidit.
Jumat, 12 September 2025 - 23:31 WIB
Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto
Sumber :
  • Dok. Dutch National Archives via commons.wikimedia.com/Evers, Joost/Anefo

tvOnenews.com - Nama DN Aidit, pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI), tercatat dalam sejarah sebagai figur utama dalam tragedi Gerakan 30 September (G30S).

Peristiwa tragis pada malam 30 September 1965 ini secara drastis mengubah lanskap politik Indonesia dan meninggalkan luka yang mendalam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di bawah kepemimpinan Aidit, terjadi penculikan dan pembunuhan kejam terhadap enam jenderal dan seorang perwira TNI Angkatan Darat.

Jasad mereka, yang ditemukan di sebuah sumur tua di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur, meliputi Ahmad Yani dan lima jenderal lainnya, serta seorang perwira.

Ketua PKI DN Aidit
Ketua PKI DN Aidit
Sumber :
  • YouTube Indonesia Insider

 

Menurut buku Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara (2010), Aidit ditangkap oleh anak buah Kolonel Yasir Hadibroto pada 22 November 2025.

Pria kelahiran Belitung tersebut lallu dibawa ke Loji Gandrung untuk diinterogasi. Dalam proses tersebut, ia berulang kali meminta bertemu dengan Presiden Soekarno, tapi permintaannya selalu ditolak oleh Kolonel Yasir.

Keesokan harinya, Kolonel Yasir membawa Aidit keluar dari Solo menggunakan jip. Tanpa sepengetahuan dua jip lainnya dalam iring-iringan, Kolonel Yasir membelokkan jipnya ke Markas Batalyon 444 di Boyolali, lalu membawa Aidit ke sebuah sumur tua di lokasi tersebut.

DN Aidit saat berpidato
DN Aidit saat berpidato
Sumber :
  • Istimewa

 

Di pinggir sumur tua itu, Kolonel Yasir memberi waktu kepada Aidit untuk mengucapkan pesan terakhirnya. Namun, yang dilakukan Aidit justru berpidato dengan nada berapi-api.

Dalam tayangan video di kanal YouTube Tribunnews yang diunggah pada tanggal 30 September 2023, sebelum menyelesaikan pidatonya, Aidit sempat berteriak, "Hidup PKI!".

Tentu saja hal itu langsung membuat Kolonel Yasir dan anak buahnya murka. Aidir pun langsung ditembak mati dengan peluru yang bersarang di dadanya, lalu tubuhnya masuk ke dalam sumur tua.

Kolonel Yasir Hadibroto, eksekutor DN Aidit setelah G30S PKI
Kolonel Yasir Hadibroto, eksekutor DN Aidit setelah G30S PKI
Sumber :
  • Kolase YouTube Intel Melayu

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada tanggal 24 November 1965 pukul 3 sore, Kolonel Yasir melaporkan kepada Soeharto di Gedung Agung, Yogyakarta.

Ia mengabarkan bahwa Aidit telah dieksekusi dengan cara ditembak. Setelahnya, Kolonel Yasir pun memberanikan diri bertanya, "Apakah yang Bapak maksudkan dengan bereskan itu seperti sekarang ini, Pak?".

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai Sekarang Amalkan Ini Insyaallah Menambah Rezeki, Kata Ustaz Khalid Basalamah Dibaca Setiap Hari

Mulai sekarang belajar mengamalkan amalan rezeki ini. Sangat mudah dan dianjurkan langsung Ustaz Khalid Basalamah.
3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

3 Kontroversi Herri Pras: Mencela Pemuka Agama hingga Hampir Dipolisikan Wali Santri

Sebelum dihampiri OTK usai menyinggung Ustaz Abdul Somad dan Ustaz Adi Hidayat, Herri Pras ternyata sudah beberapa kali disorot karena kontroversinya sejak 2023
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kepala BPOM dan Kapolri Bahas Vape hingga Apotek Merah Putih

Kapolri mengatakan pertemuan tersebut membahas peningkatan penyalahgunaan narkoba, obat terlarang, rokok elektrik (vape), kratom, hingga kosmetik ilegal...

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Konflik Semakin Panas! Rusia Tembak Jatuh Serangan Puluhan Ribu Drone Tempur Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan militernya berhasil menggagalkan sekitar 28.000 serangan pesawat tak berawak (drone) milik Ukraina selama Oktober 2026.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Ferry "Boboho" Bongkar Aib Febrie Adriansyah, Sebut Minta Rp50 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Pengusaha Ferry "Boboho" Yanto Hongkiriwang dalam sidang menyebut pernah diperintah Febrie  untuk meminta uang senilai Rp50 miliar dari pengusaha Tan Kian.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral