Nasib pemain keturunan yang ogah main untuk Timnas Indonesia berakhir tragis ketimbang Elkan Baggott, karena Ipswich Town baru mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak.
Nasib mantan rekan setim Elkan Baggott sekaligus pemain keturunan yang pernah lebih pilih membela Timnas Australia ketimbang Timnas Indonesia kini pengangguran.
Masih ingat Massimo Luongo? Bintang Liga Inggris keturunan 'Sultan' yang memilih untuk membela Australia ketimbang Timnas Indonesia, ternyata kini nasibnya seperti ini.
Selain Elkan Baggott, Ipswich Town juga memiliki pemain lain yang memiliki darah Indonesia, yaitu Massimo Corey Luongo. Namun Massimo lebih pilih Australia dari
Pelatih baru Australia Tony Popovic mulai mengikuti langkah Shin Tae-yong yaitu memanggil pemain keturunan, tapi kali ini dia bawa bintang keturunan Indonesia.
Meskipun punya garis keturunan dari Sultan Bima, rekan setim Elkan Baggott di Ipswich Town ini justru lebih memilih bela Australia daripada Timnas Indonesia.
Meski punya garis keturunan Bima, NTB dari ibunya, namun rekan setim Elkan Baggott di Ipswich Town ini lebih pilih bela Australia dibandingkan Timnas Indonesia.
Siapa sangka, rekan setim Elkan Baggott di Ipswich Town yang memiliki darah Indonesia justru pilih bela Timnas Australia. Massimo Corey Luongo adalah pemain ke-
Selain Elkan Baggott, rupanya ada satu orang pemain Ipswich Town lainnya yang memiliki darah Indonesia. Bukan dari kakek maupun nenek, melainkan dari sang ibu
Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.