Jauh sebelum DN Aidit naik menjadi pucuk pimpinan, ternyata ada tokoh lain yang jauh lebih berpengaruh, bahkan disebut sebagai âkaki tangan langsung Uni Sovietâ di Indonesia.
Kisah Munawar Musso dianggap menjadi dedengkot Partai Komunis Indonesia (PKI) selalu dikaitkan dengan Tragedi G30S PKI. Bahkan, ia merupakan seorang anak kiai ini.
Tidak hanya aparat pemerintah, polisi, dan tokoh masyarakat, tetapi para kiai dan ulama juga menjadi target penculikan serta pembantaian yang dilakukan pasukan PKI di bawah pimpinan Muso.
Nama DN Aidit selama ini dikenal sebagai tokoh utama Partai Komunis Indonesia (PKI), sekaligus sosok yang paling sering dikaitkan dengan peristiwa berdarah G30S/PKI 1965.
Klub Liga Spanyol, Atletico Madrid resmi mendapatkan satu tambahan amunisi baru di lini pertahanan mereka jelang penutupan bursa transfer musim panas 24/25.
Bukan DN Aidit, Dedengkot PKI ini Justru yang Paling Dekat Hubungannya dengan Joseph Stalin, Ajal Menjemputnya di WC Umum, Dia Ditembak Mati TNI. Adapun sosok..
Sosok Dipa Nusantara Aidit atau DN Aidit sangat identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Ia identik dengan peristiwa Gerakan 30 September atau G30S PKI.Â
Ternyata Dua Sosok ini Dedengkot PKI Sebenarnya, Karakternya Ngeyel tapi Dapat Kepercayaan dari Joseph Stalin, DN Aidit Justru Cuma 'Anak Bawang'. Adapun. . .
Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah