GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ternyata Selama Ini DN Aidit Cuma 'Anak Bawang', Pentolan PKI Sebenarnya yang Jadi Kaki Tangan Langsung Uni Soviet adalah…

Nama DN Aidit selama ini dikenal sebagai tokoh utama Partai Komunis Indonesia (PKI), sekaligus sosok yang paling sering dikaitkan dengan peristiwa berdarah G30S/PKI 1965.
Rabu, 3 September 2025 - 10:05 WIB
Ternyata Selama Ini DN Aidit Cuma 'Anak Bawang', Pentolan PKI Sebenarnya yang Jadi Kaki Tangan Langsung Uni Soviet adalah…
Sumber :
  • Tangkapan layar

Jakarta, tvOnenews.com – Nama DN Aidit selama ini dikenal sebagai tokoh utama Partai Komunis Indonesia (PKI), sekaligus sosok yang paling sering dikaitkan dengan peristiwa berdarah G30S/PKI 1965.

Namun jauh sebelum Aidit naik menjadi pucuk pimpinan, ternyata ada tokoh lain yang jauh lebih berpengaruh, bahkan disebut sebagai “kaki tangan langsung Uni Soviet” di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sosok itu adalah Musso, pentolan komunis yang mendapat mandat langsung dari Moskow.

Dedengkot PKI Musso dan Joseph Stalin
Dedengkot PKI Musso dan Joseph Stalin
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com

 

Musso, Komunis Tulen yang Dididik Stalin

Musso yang bernama asli Munawar Musso sudah aktif dalam pergerakan komunis sejak masa kolonial Belanda. Ia sempat dipenjara karena pemberontakan PKI pada 1926, lalu pada 1935 memutuskan pergi ke Moskow.

Di negeri komunis itu, Musso berhubungan langsung dengan Joseph Stalin dan mendapat doktrin internasionalisme proletar. 

Bahkan pada 1948, ia pulang ke Indonesia dengan misi besar yakni menyamakan haluan PKI dengan garis komunis internasional.

Lewat doktrin yang disebutnya “Jalan Baru untuk Indonesia”, Musso ingin agar Republik Indonesia tidak jatuh ke pengaruh Amerika Serikat, melainkan masuk orbit Uni Soviet.

Pemberontakan Madiun 1948

Kolase foto, Sadisnya PKI saat Culik dan Habisi Para Kiai dan Santri pada Tahun 1948, Mereka Bahkan Punya Slogan Mengerikan untuk Pembantaian
Kolase foto, Sadisnya PKI saat Culik dan Habisi Para Kiai dan Santri pada Tahun 1948, Mereka Bahkan Punya Slogan Mengerikan untuk Pembantaian
Sumber :
  • Tangkapan layar

 

Tak lama setelah kembali, Musso langsung mengguncang Indonesia dengan memimpin Pemberontakan PKI Madiun 1948. Peristiwa ini dikenal sebagai salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah republik.

Pasukan PKI menyasar banyak pihak yang dianggap musuh ideologi mereka, mulai dari ulama, kiai pesantren, aparat pemerintah, polisi, hingga bupati dan gubernur. Puluhan hingga ratusan korban dibantai, bahkan jasad-jasad mereka dibuang di sumur tua di Jawa Timur.

Tragedi ini disebut sebagian sejarawan lebih mengerikan dibanding peristiwa G30S/PKI 1965, karena skala kekejamannya yang meluas dan menargetkan langsung tokoh agama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun pemberontakan PKI Madiun tidak berlangsung lama. Pemerintah melalui TNI di bawah komando Jenderal Sudirman bergerak cepat menumpas perlawanan PKI sejak 21 September 1948.

Musso yang sempat melarikan diri akhirnya terkepung di sebuah rumah warga di Ponorogo. Pada 31 Oktober 1948, ia ditembak mati di Sumoroto. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kabar Gembira Bagi Warga Bogor, Dedi Mulyadi Pastikan Proyek Jalan Batutulis Segera Dieksekusi

Kabar Gembira Bagi Warga Bogor, Dedi Mulyadi Pastikan Proyek Jalan Batutulis Segera Dieksekusi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melontarkan kritik keras terkait carut-marutnya penataan ruang di kawasan Batutulis, Kota Bogor. 
Potensi Pala Ngada Jadi Harapan Baru Ekonomi Perempuan Desa

Potensi Pala Ngada Jadi Harapan Baru Ekonomi Perempuan Desa

Pemberdayaan ekonomi perempuan kini berkembang menjadi salah satu strategi penting dalam pembangunan desa di berbagai negara. Tidak lagi sekadar memberikan bantuan modal
Libur Panjang Empat Hari Bikin Jumlah Penumpang di Terminal Kampung Rambutan Melonjak Drastis

Libur Panjang Empat Hari Bikin Jumlah Penumpang di Terminal Kampung Rambutan Melonjak Drastis

Jumlah penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, meningkat drastis pada hari ini, Kamis (14/5).
Naskah Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Sambut Hari Raya Idul Adha, Mari Meraih Keutamaan dan Pahala Kurban

Naskah Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Sambut Hari Raya Idul Adha, Mari Meraih Keutamaan dan Pahala Kurban

Berikut rekomendasi naskah khutbah Jumat singkat terbaru untuk shalat Jumat, bertajuk "Sambut Hari Raya Idul Adha, Mari Meraih Keutamaan dan Pahala Kurban".
Bukan Sekadar Estetika, Tren Industri Interior dan Arsitektur Kini Utamakan Pengalaman dan Inovasi Material 

Bukan Sekadar Estetika, Tren Industri Interior dan Arsitektur Kini Utamakan Pengalaman dan Inovasi Material 

Industri building material, desain interior, dan arsitektur di Indonesia tengah memasuki fase transformasi besar. Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan masyarakat terhadap ruang
Libur Panjang Empat Hari, Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 120 Ribu Orang

Libur Panjang Empat Hari, Pengunjung Ragunan Diprediksi Tembus 120 Ribu Orang

Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan diprediksi membludak pada libur panjang pekan ini. Hal ini karena ada libur nasional dan cuti bersama pada 14-15 Mei 2026.

Trending

Kabar Gembira Bagi Warga Bogor, Dedi Mulyadi Pastikan Proyek Jalan Batutulis Segera Dieksekusi

Kabar Gembira Bagi Warga Bogor, Dedi Mulyadi Pastikan Proyek Jalan Batutulis Segera Dieksekusi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melontarkan kritik keras terkait carut-marutnya penataan ruang di kawasan Batutulis, Kota Bogor. 
Potensi Pala Ngada Jadi Harapan Baru Ekonomi Perempuan Desa

Potensi Pala Ngada Jadi Harapan Baru Ekonomi Perempuan Desa

Pemberdayaan ekonomi perempuan kini berkembang menjadi salah satu strategi penting dalam pembangunan desa di berbagai negara. Tidak lagi sekadar memberikan bantuan modal
Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Sebelum Jadi Pembawa Acara Lomba Cerdas Cermat MPR RI, Shindy Lutfiana Ternyata Sempat Ikut Kompetisi Bakat MC

Shindy Lutfiana Al Aziz, MC babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar pernah menjadi peserta ajang Tangerang MC Competition 2025.
TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

TRENDING: MC Lomba Cerdas Cermat MPR Diputus Kontrak, hingga Kabar Gembira Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan berbagai isu viral. Mulai dari polemik lomba cerdas cermat di Kalimantan Barat, hingga kebijakan Dedi Mulyadi.
Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan Juri Lomba Cerdas Cermat Akhirnya Buka Suara, Akui Anulir Jawaban Peserta Karena Alasan Ini

Dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI akhirnya buka suara usai menuai kritik dari publik usai aksinya yang menganulir jawaban dari peserta SMAN 1 Pontianak.
Ibu-ibu Labrak Dedi Mulyadi Tagih Gaji Anaknya yang Kerja di Pemprov Jabar Belum Dibayar, Tak Disangka Ini yang Dilakukan KDM

Ibu-ibu Labrak Dedi Mulyadi Tagih Gaji Anaknya yang Kerja di Pemprov Jabar Belum Dibayar, Tak Disangka Ini yang Dilakukan KDM

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang ibu-ibu yang mengaku anaknya bekerja di Pemprov Jabar namun tak juga kunjung mendapatkan gaji.
Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Dedi Mulyadi Dikerumuni Warga saat Menertibkan Pedagang, KDM buat Pedagang Bakso Tersenyum: Alhamdulillah

Momen heboh Dedi Mulyadi dikerumuni warga, saat mendatangi pedagang kaki lima untuk ditertibkan.
Selengkapnya

Viral