Neneng Umaya (24) nekat membunuh pacar gelap suaminya, Dini Nurdiani (26) karena kesal korban tetap melanjutkan perselingkuhan dengan ID, meski telah ditegur.
Neneng Umaya (24), tersangka pembunuhan Dini Nurdiani mengaku telah mengetahui risiko yang akan ia dapatkan dan hukuman penjara sebelum melakukan pembunugan itu
Terjadi sebuah kasus pembunuhan sadis Dini Nurdiani (26) dilakukan oleh pelaku yang merupakan seorang perempuan bernama Neneng Umaya 24). Pelaku kini telah ditahan di Polres Metro Bekasi Kota.
Neneng dengan sadis membunuh Dini Nurdiani karena kesal dengan korban yang selingkuh dengan suaminya. Padahal, korban tahu bahwa sang lelaki sudah mempunyai istri dan 3 anak
Perempuan bernama Neneng Umaya (24) yang telah ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan Dini Nurdiani telah ditahan di Polres Metro Bekasi. Ardhie Demastyo  juga mengungkapkan bahwa Neneng Umaya langsung ditahan di Polres Metro Bekasi Kota setelah diketahui lokasi kejadian pembunuhan Dini Nurdiani yaitu di Bekasi. Awalnya laporan atas kehilangan Dini Nurdiani diterima oleh Polsek Cengkareng.Â
Kasus hilangnya Dini Nurdiani (26) sejak tanggal 26 April tersebut akhirnya terungkap. Dini dikabarkan tak mengirim kabar lagi sehabis izin buka puasa beberapa. Dua minggu kemudian, Dini ditemukan dalam kondisi tewas di sebuah lahan kosong di Kawasan Bekasi.
Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah