Pria gondrong Heru Prastio ditetapkan sebagai pelaku mutilasi di Sleman terhadap Ayu Indraswari yang jasadnya ditemyukan di Jalan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta.
Heru Prastio jadi pelaku pembunuhan Ayu Indraswari yang terjadi di wisma. Betapa kejinya perbuatan Heru, korban mutilasi di Sleman dieksekusi menjadi 65 bagian.
Nasib Ayu Indraswari berujung tragis. Dia tewas di tangan Heru Prastio. Rekam jejak korban mutilasi di Sleman jadi sorotan, dari foto hingga postingan terakhir.
Dokter Forensik mengungkapkan pelaku mutilasi di Sleman mengeksekusi Ayu Indraswari dengan santai. Hal ini dibuktikan dari hasil autopsi 65 bagian jasad korban.
Heru Prastio ditangkap atas kasus mutilasi di Sleman menewaskan wanita bernama Ayu Indraswari. Untuk melancarkan aksinya, pelaku bermodalkan uang Rp 60 ribu.
Kasus mutilasi kembali jadi perbincangan hangat publik belakangan ini, terutama kasus mutilasi di Sleman, Yogyakarta. Simak fakta-fakta mencengangkan berikut.
Pekerjaan Heru Prastio, pelaku mutilasi Sleman terhadap Ayu Indraswari diungkap pihak kepolisian. Pelaku diketahui merupakan warga Temanggung, Jawa Tengah.
Ayu Indraswari asal Yogyakarta ditemukan tewas di wisma di Jalan Kaliurang KM 18, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Kini identitas pelaku mutilasi di Sleman terungkap.
Nasib Ayu Indraswari berujung tragis, tewas di tangan pria gondrong bernama Heru Prasetio. Ayu menjadi korban mutilasi di Sleman. Ini postingan terakhirnya.
Ayu Indraswari menjadi korban mutilasi di Sleman. Jasadnya ditemukan di sebuah wisma di Jalan Kaliurang KM 18, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Ini foto masa kecilnya
Kasus mutilasi di Sleman menghebohkan Indonesia, pasalnya pelaku dengan sadis menghabisi korban bernama Ayu Indrawari di wisma di Jalan Kaliurang KM 18, Sleman.
Kasus mutilasi di Sleman menghebohkan tanah air. Jasad korban Ayu Indrawari ditemukan di wisma di Jalan Kaliurang. Ternyata pelaku sempat menulis surat 'maut'.
Kemenangan tersebut terasa semakin spesial karena diraih dalam malam peluncuran tim dan jersey anyar Persija. Jakarta International Stadium (JIS) menjadi panggung bagi pasukan Shin Tae-yong untuk memperlihatkan hasil persiapan mereka menuju musim baru.
Juru taktik asal Korea Selatan itu memilih fokus menangani timnas senior yang akan tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. Kim Sang-sik ingin mengawinkan gelar juara Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026.
Berkolaborasi dengan apparel asal Jerman, Adidas, jersey PSIM mendapat sentuhan Batik Parang khas Mataram yang sengaja dihadirkan sebagai identitas budaya klub.