Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Aswin Siregar mengatakan tersangka terorisme di Batu, Jawa Timur berinisial HOK (19) membeli bahan-bahan untuk membuat bom pakai uang orang tua.
Ibu dari tersangka penganiayaan taruna tingkat 2 Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Tegar Rafi Sanjaya (21) masih mengurung diri menghindari komunikasi dari berbagai pihak termasuk keluarga.
Seorang kakek yang berprofesi sebagai petani di Kabupaten Tulang Bawang Barat ditangkap polisi karena telah menyetubuhi anak tetangganya yang masih di bawah umur.
Tanggapan orang tua Bharada E soal tudingan anaknya pelaku pembunuhan yang disebut Pahlawan. Dielu-elukan oleh sejumlah penggemar dalam menjalani sidang di PN.
Banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) membuat Najwa Shihab ikut menanggapi kasus ini. Bila ada kekerasan, maka sama sekali tidak bisa ditolerir.
Setelah pemeriksaan, Kasus adanya kekerasan dalam rumah tangga yang dilaporkan oleh Lesti Kejora. Suaminya, Rizky Billar telah ditetapkan sebagai tersangka.
Albar Mahdi (AM) seorang santri tewas setelah mengikuti acara perkemahan sekolah di Ponpes Gontor diduga akibat penganiayaan yang dilakukan oleh senior santri.
Albar Mahdi, seorang santri di Ponpes Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur telah tewas akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh senior santri
Albar Mahdi (AM) diketahui santri meninggal dunia pada (22/8/2022) setelah ikut Perkemahan Kamis-Jumat (Perkajum) yang diduga mengalami penganiayaan oleh senior
Warga digegerkan dengan penemuan bayi berusia 2,5 tahun tewas dengan sejumlah luka tusuk dan pamannya berinisial G (18) luka-luka di sebuah kontrakan wilayah Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (27/5) malam.
Banyak orang mengira talasemia hanya anemia biasa, padahal kondisi ini merupakan kelainan darah turunan yang dapat berdampak serius terhadap kualitas hidup penderitanya
KPK terus melakukan upaya optimalisasi asset recovery terkait kasus pengadaan jasa outsourcing di Pemkab Pekalongan yang menyeret nama Bupati nonaktif Fadia Arafiq.
Kasus tersebut pertama kali diungkap oleh epidemiolog Indonesia, Wa Ode Dwi Diningrat, yang hadir dalam konferensi ilmiah itu sebagai perwakilan Oxford University, Inggris.