Polisi meringkus terduga pelaku pembunuhan terhadap wanita yang ditemukan tewas mengenaskan di kontrakan kawasan Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (12/7/2023).
Neneng Umaya (24) nekat membunuh pacar gelap suaminya, Dini Nurdiani (26) karena kesal korban tetap melanjutkan perselingkuhan dengan ID, meski telah ditegur.
Neneng Umaya (24), tersangka pembunuhan Dini Nurdiani mengaku telah mengetahui risiko yang akan ia dapatkan dan hukuman penjara sebelum melakukan pembunugan itu
Neneng Umaya (24) tega membunuh Dini Nurdiani (26), gegara murka usai melihat isi pesan WhatsApp antara suaminya dan korban. Dalam pesan itu dikatakan bahwa suaminya berjanji akan menceraikannya usai lebaran.
Pekerjaan Dini Nurdiani di Bank Mandiri itu diungkap Kapolsek Cengkareng Kompol Ardhie Demastyo, saat menggelar konferensi pers kasus pembunuhan Dini, Sabtu
Menurut polisi, Neneng Umaya telah merencanakan pembunuhan Dini Nurdiani. Dia menyiapkan kunci inggris, pisau dapur, dan gunting rumput untuk menghabisi korban
Dini Nurdiani (26) warga Cengkareng, Jakarta Barat dilaporkan hilang oleh keluarganya. Ia akhirnya ditemukan tewas terbunuh di sekitar CBD Cibubur, Bekasi kota.
Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah