Pengembangan SAF bukan sekadar upaya untuk menurunkan emisi, melainkan investasi strategis dalam meningkatkan daya saing industri, ketahanan energi, dan ketangguhan ekonomi nasional.
Sustainable Aviation Fuel (SAF), sebagai bahan bakar ramah lingkungan dari minyak bekas (jelantah) jadi bagian penting yang jadi sorotan di Pertamina Aviation Global Summit 2025.
Pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF ) bukan hanya langkah bisnis, melainkan wujud komitmen Pertamina terhadap visi nasional menuju ekonomi hijau dan swasembada energi.
Pengembangan SAF telah menjadi strategi jangka panjang Pertamina untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor aviasi.Â
RU IV Cilacap menjadi kilang satu-satunya penghasil Pertamina SAF berbahan baku minyak jelantah atau Used Coocking Oil (UCO) yang nantinya akan diadopsi unit Dumai dan Balongan.
Salah satu produk energi hijau unggulan Pertamina SAF tidak hanya berdampak pada transisi energi, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.Â
Pertamina SAF merupakan bahan bakar berkelanjutan yang ramah lingkungan dengan campuran 2,5% UCO atau minyak jelantah yang dipakai perdana oleh maskapai Pelita Air.
Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah yang dipakai maskapai Pelita Air, merupakan inovasi pertama di Asia Tenggara.
Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat berbahan baku minyak jelantah memiliki dampak ganda yaitu berputarnya ekonomi di masyarakat.
Penerbangan perdanSAF a Pertamina dengan rute Jakarta-Bali, adalah bagian dari inisiatif uji coba dan peluncuran ekosistem bahan bakar ramah lingkungan di sektor aviasi nasional.
Pertamina melalui Pelita Air lakukan penerbangan perdana dengan SAF berbahan minyak jelantah yang mengudara pada rute Jakarta - Bali, Rabu, 20 Agustus 2025.Â
Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) merupakan bagian dari strategi Pertamina mempercepat transisi energi bersih dan pengurangan emisi serta target NZE.
Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk
Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
Perbandingan harta kekayaan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang yang sama-sama pernah memimpin Badan Gizi Nasional. Simak rincian aset, properti, kendaraan
Nanik S Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana. Simak profil, perjalanan karier, dan rincian harta kekayaannya yang mencapai Rp6,3 miliar
Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian publik. Kini, persoalan anak jadi babak baru yang panaskan hubungan mantan tersebut.