IPW mendesak pembentukan tim khusus (Timsus) dalam mengungkap kasus tambang ilegal Ismail Bolong yang turut serta diduga menyeret nama anggota dan pejabat Polri
Pengungkapan kasus dugaan tambang ilegal Ismail Bolong (IB) yang turut serta diduga terdapat aksi gratifikasi dan suap terhadap anggota dan pejabat di Polri.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat yang bersangkutan hadir, karena pengacaranya sudah menghubungi ya. Kondisinya mungkin lagi kurang sehat," jelas Pipit.
Mantan anak buah sambo bongkar fakta baru, Adapun kini Hendra Kurniawan bongkar soal tambang ilegal, seret Kabareskrim diduga terima Rp 6 Miliar, 28/11/2022
Dugaan suap dari tambang ilegal di Kaltim ternyata sudah diselidiki oleh DivPropam Polri sejak Januari 2022 lalu. Laporan hasil penyelidikan juga telah dilaporkan ke ke Kapolri sejak 7 April 2022.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan pihaknya akan memanggil Ismail bolong pekan depan. "Minggu depan, ya (pemanggilan kedua)," tegasnya.
"Bukan ditangkap, melainkan kami panggil Ismail Bolong kali kedua. Sebab, kami luncurkan panggilan ke Ismail Bolong terkait perusahaan yang melakukan kegiatan ilegal," kata Brigjen Pipit.
Berdasarkan data laporan hasil penyelidikan Nomor R/1253/iv/WAS.2.4./2022/Divproram yang ditujukan ke Kapolri, menyebutkan bahwa ada uang koordinasi yang diberikan dengan jumlah mencapai miliaran rupiah.
Divpropam Polri telah melaksanakan penyelidikan adanya penambangan batubara ilegal di wilayah Polda Kaltim yang dibekingi dan dikoordinir oleh oknum anggota Polri dan Pejabat Utama Polda Kaltim.
Video kicauan Ismail Bolong bikin heboh karena menyeret nama Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, IPW duga klarifikasi Ismail Bolong akibat mendapat tekanan,
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap logam mulia 1,3 kilogram dan uang tunai Rp100 juta didapatkan dari penggeledahan di salah satu rumah pegawai pajak yang berada di Malang.
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara juga turut menyita aset milik Gembong Narkoba berinisial MR alias Bos Gendut di Kampung Bahari.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.