Kabar membanggakan datang dari dunia literasi dan diplomasi kebudayaan Indonesia. Kementerian Kebudayaan Tunisia secara resmi mengumumkan Indonesia sebagai tamu
Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh bangsa yang sangat dicintai masyarakat. Prof. Ahmad Syafii Maarif menghembuskan nafas terakhirnya di Yogyakarta.
Wafatnya Buya Syafii Maarif menjadi duka mendalam bagi siapa saja. Tak terkecuali Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Ganjar menyebut Buya adalah Bapak Bangsa.
Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Dr. Edi Santoso mengatakan Buya Syafii merupakan tokoh bangsa yang selama hidup berada di garda terdepan dalam isu keindonesiaan.
Menko PMK Muhadjir Effendy, mengatakan, almarhum Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif, adalah tokoh agama yang sederhana dan bersahaja dan memiliki pemikiran yang luas
Indonesia kembali kehilangan sosok Cendekiawan Islam, tokoh besar Muhammadiyah Prof. Ahmad Syafii Maarif telah menghembuskan nafas terakhirnya di Yogyakarta
Bagi Presiden Jokowi, almarhum Buya Syafii Maarif sebagai guru bangsa. Orang nomor 1 di Indonesia itu juga menilai beliau sebagai kader terbaik Muhammadiyah.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Yudian Wahyudi menyatakan bahwa Buya Ahmad Syafii Maarif merupakan tokoh yang banyak berjasa bagi bangsa dan negara.
Di pelbagai media sosial, seperti X hingga Telegram bertebaran akun-akun yang sengaja membagikan atau mempromosikan link video mesum Kepsek dan guru tersebut.
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara mulai pukul 01.30 WIB sampai dengan 05.30 WIB seiring adanya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Menurut laporan The New York Times, mengutip data intelijen Amerika Serikat terbaru, Iran dinilai semakin percaya diri dengan kemampuannya menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah dan semakin bertekad melanjutkan konflik dengan AS
Kebakaran melanda bangunan diduga gudang penyimpanan properti milik salah satu stasiun televisi swasta di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Lurah konfirmasi warga tak terdampak.
Warga Jeruk Manis 3 dan 5 panik karena kebakaran yang diduga berasal dari gudang penyimpanan properti salah satu stasiun televisi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat.