Zakat fitrah merupakan ibadah wajib di bulan puasa Ramadhan. Muncul pertanyaan zakat fitrah pakai uang atau beras. 4 Mazhab ulama telah memberikan pendapatnya.
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim pada bulan Ramadhan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Lantas bolehkah membayar zakat fitrah dengan uang bukan beras atau makanan lain? Ini saran Ustaz Adi Hidayat (UAH).
Zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri. Lalu bolehkah diganti dengan uang atau makanan lain? Berikut saran dari Ustaz Adi Hidayat (UAH).
Umat muslim menunaikan kewajibannya untuk membayar zakat fitrah. Saat ini banyak orang yang ingin mengeluarkan zakat fitrah dengan lebih efisien menggunakan uang. Memang boleh?
Selain membayar secara langsung dengan menyerahkan makanan pokok atau uang tunai, kini zakat fitrah juga bisa ditunaikan secara online melalui transfer bank atau aplikasi dompet digital.
Jumlah kekayaan Dwi Wahyudi dan Arif Setiawan, petinggi LPEI yang kini jadi tersangka korupsi kredit Rp11,7 T. Dana disamarkan dengan istilah "uang zakat."
Penggunaan diksi "uang zakat" sebagai kode dalam dugaan kasus korupsi  di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tak hanya mendegradasi makna zakat yang suci dalam ajaran Islam, tetapi juga merupakan bentuk pelecehan terhadap ajaran agama Islam.
Terkadang ada yang bingung apakah memberikan dalam bentuk uang atau harus beras. Lalu sebaiknya zakat fitrah diberikan dalam bentuk apakah? Berikut penjelasannya yang diberikan oleh Ustaz Adi Hidayat (UAH) dalam salah satu ceramahnya.
Ustaz Adi Hidayat dalam ceramahnya menjelaskan bahwa ulama sepajkat Zakat Fitrah harus dibayarkan dalam bentuk beras. Ada yang memperbolehkan dalam bentuk uang, namun pendapat itu lemah.
Terkadang ada yang menyerahkan Zakat Fitrah dalam bentuk uang. Bagaimanakah Hukumnya dalam Islam? Berikut penjelasan yang diberikan oleh Ustaz Adi Hidayat.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto melayangkan laporan terhadap 73 akun media sosial ke Bareskrim Polri, pada Kamis (13/8/2026), terkait pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong atau hoaks.
Kejutan besar datang dari susunan staf kepelatihannya, di mana nama Patrick Kluivert sempat digadang-gadang kuat mendampingi Xavi Hernandez di Timnas Belanda.
Lisa Mariana bereaksi keras karena namanya kembali dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi yang sempat menyeret mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.