News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Menguak Jumlah Kekayaan Eks Petinggi LPEI Dwi Wahyudi dan Arif Setiawan, Tersangka Korupsi 'Uang Zakat' yang Rugikan Negara

Jumlah kekayaan Dwi Wahyudi dan Arif Setiawan, petinggi LPEI yang kini jadi tersangka korupsi kredit Rp11,7 T. Dana disamarkan dengan istilah "uang zakat."
Jumat, 14 Maret 2025 - 10:22 WIB
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Sumber :
  • Ist

Jakarta, tvOnenews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp11,7 triliun. 

Kasus ini mencuat setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani melaporkan adanya ketidakwajaran dalam pemberian kredit oleh LPEI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam penyelidikan, KPK menemukan bahwa istilah "uang zakat" digunakan untuk menyamarkan transaksi ilegal dalam kasus ini. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengecam penggunaan istilah tersebut karena dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap zakat.

"Penggunaan istilah ini mencoreng nama baik zakat dan berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan terhadap lembaga pengelola zakat," kata Ketua BAZNAS.

Dugaan Skema Korupsi

Kasus ini bermula dari laporan bahwa LPEI memberikan fasilitas kredit tanpa proses kelayakan yang memadai. Kredit ini sebagian besar diberikan kepada debitur bermasalah yang tidak memenuhi kriteria penilaian risiko.

Para tersangka diduga memanfaatkan kelemahan sistem pengawasan internal di LPEI untuk memuluskan pencairan kredit. Dana hasil kredit ini kemudian disamarkan melalui istilah "uang zakat" sebelum disalurkan ke rekening pribadi dan perusahaan yang terafiliasi.

Dwi Wahyudi dan Arif Setiawan berperan besar dalam pengambilan keputusan di LPEI terkait pencairan kredit bermasalah ini. Sebagai direktur pelaksana, keduanya memiliki kewenangan dalam menilai kelayakan kredit dan menyetujui pencairan dana. Dugaan korupsi ini memperlihatkan adanya penyalahgunaan wewenang di tingkat tertinggi manajemen LPEI. 

Berikut ini adalah profil serta jumlah kekayaan dari dua petinggi LPEI tersebut yang ikut menjadi tersangka kasus korupsi: 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Dwi Wahyudi (Direktur Pelaksana I LPEI)

  • Pendidikan:

    • Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga (1992)

    • MBA di Universitas Oklahoma City, AS (1994)

  • Karier:

    • Relationship Manager di Bank Danamon

    • Bank PDFCI dan BPPN

    • Bergabung dengan LPEI (sebelumnya Bank Ekspor Indonesia) sejak 1999

    • Diangkat sebagai Direktur LPEI pada usia 39 tahun

  • Harta Kekayaan:

    • Total kekayaan (LHKPN 21 Maret 2019): Rp18,1 miliar

      • Tanah dan bangunan di Tangerang Selatan, Solo, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan: Rp12,18 miliar

      • Kendaraan: Toyota Kijang Innova (2013) senilai Rp200 juta, Honda CRV (2017) senilai Rp400 juta

      • Harta bergerak lainnya: Rp1,2 miliar

      • Kas dan setara kas: Rp4,15 miliar

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dibantai Belanda 1-5, Graham Potter Ambil Hikmah untuk Selamatkan Swedia di Piala Dunia 2026

Dibantai Belanda 1-5, Graham Potter Ambil Hikmah untuk Selamatkan Swedia di Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Swedia, Graham Potter, tidak ingin larut dalam kekecewaan setelah timnya dibantai Belanda pada lanjutan Grup F Piala Dunia 2026. Mantan pelatih Chelsea itu justru mengambil hikmah dari kekalahan tersebut.
Jonathan Tah Bongkar Kunci Kebangkitan Jerman usai Comeback Dramatis atas Pantai Gading hingga Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026

Jonathan Tah Bongkar Kunci Kebangkitan Jerman usai Comeback Dramatis atas Pantai Gading hingga Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026

Bek Timnas Jerman, Jonathan Tah, mengungkapkan kunci kemenangan dramatis Jerman atau Pantai Gading. Der Panzer mampu comeback dengan skor 2-1 di matchday kedua Grup E Piala Dunia 2026, Minggu (21/6/2026).
Pihak Sarwendah Yakin Menang soal Gugatan Hak Asuh Anak

Pihak Sarwendah Yakin Menang soal Gugatan Hak Asuh Anak

Pihak Sarwendah yakin menang dalam gugatan hak asuh anak melawan Ruben Onsu dan siap membuktikannya di pengadilan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Respons Tegas Atalia Praratya soal Kasus Dugaan Penyekapan 3 Tahun di Bandung, Dorong Sikap Peduli terhadap Lingkungan

Respons Tegas Atalia Praratya soal Kasus Dugaan Penyekapan 3 Tahun di Bandung, Dorong Sikap Peduli terhadap Lingkungan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Atalia Praratya menyoroti kasus dugaan penyekapan di Bandung yang tengah viral di media sosial.
Jadwal MotoGP Ceko 2026, Minggu 21 Juni: Marco Bezzecchi Didiskualifikasi, Marc Marquez Cs Siap Beraksi

Jadwal MotoGP Ceko 2026, Minggu 21 Juni: Marco Bezzecchi Didiskualifikasi, Marc Marquez Cs Siap Beraksi

Jadwal MotoGP Ceko 2026 hari ini Minggu (21/6/2026), di mana Marc Marquez (Ducati Lenovo) dkk siap beraksi. Sedangkan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) dilarang tampil.
Kantor Kecamatan Kalijati Berantakan, KDM Semprot Pegawai saat Sidak: Kantor Pemerintahan Itu Harus Berwibawa

Kantor Kecamatan Kalijati Berantakan, KDM Semprot Pegawai saat Sidak: Kantor Pemerintahan Itu Harus Berwibawa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan sidak ke Kantor Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. 

Trending

Mantan Kabareskrim Bocorkan Peluang Bebas Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Mantan Kabareskrim Bocorkan Peluang Bebas Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Eks Kabareskrim Polri Komjen (Purn.) Susno Duadji bocorkan peluang bebasnya dua tersangka kasus dugaan ijazah palsu mantan Presiden ke-7 Jokowi, yakni Roy Suryo
Pemerintah Diminta Lanjutkan MBG dengan Kepastian Hukum Bagi Mitra SPPG

Pemerintah Diminta Lanjutkan MBG dengan Kepastian Hukum Bagi Mitra SPPG

Sejumlah pihak meminta Pemerintah Indonesia kembali melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat mengalami permasalahan terkait dugaan praktik korupsi.
Harga Anjlok, Peternak Ayam Petelur di Banyuwangi Dihantui Kebangkrutan

Harga Anjlok, Peternak Ayam Petelur di Banyuwangi Dihantui Kebangkrutan

Peternak ayam petelur yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Unggas Maju Makmur mengaku tengah menghadapi ancaman kebangkrutan usai anjloknya harga telur yang kini berisar harga Rp20.000 per kilogram.
Belanda Langsung Pecahkan Rekor Usai Hancurkan Swedia 5-1, De Oranje Lewati Catatan Tak Terkalahkan Brasil di Piala Dunia

Belanda Langsung Pecahkan Rekor Usai Hancurkan Swedia 5-1, De Oranje Lewati Catatan Tak Terkalahkan Brasil di Piala Dunia

Kemenangan telak 5-1 yang diraih Belanda atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) hadirkan rekor baru di ajang Piala Dunia. De Oranje resmi memecahkan rekor Brasil.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman Vs Pantai Gading

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman Vs Pantai Gading

Baik Jerman maupun Pantai Gading mencatatkan kemenangan pada pertandingan sebelumnya. Keduanya tentu mengejar kemenangan lagi demi memperbesar peluang lolos ke babak 32 besar.
Piala Dunia 2026: Ronald Koeman Masih Anggap Belanda Belum Sempurna Meski Sudah Menang 5-1 atas Swedia

Piala Dunia 2026: Ronald Koeman Masih Anggap Belanda Belum Sempurna Meski Sudah Menang 5-1 atas Swedia

Timnas Belanda tampil menggila saat bantai Swedia 5-1 dalam lanjutan Grup F Piala Dunia 2026. Namun, Ronald Koeman menegaskan De Oranje masih memiliki banyak PR
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo No 4, Ratusan Anak Dapat Khitanan Massal Gratis

Dukung Asta Cita Presiden Prabowo No 4, Ratusan Anak Dapat Khitanan Massal Gratis

Sebanyak 200 anak dari 20 desa dan kelurahan di lima kecamatan di wilayah sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengikuti khitanan massal gratis, pada Sabtu (20/6/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT