Permohonan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin, melalui surat resmi kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Selain itu, Wali Kota juga mengomunikasikan langsung persoalan tersebut kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, saat kunjungan kerja di Tamiang, Aceh.
Aksi demonstrasi dadakan ini, terkait dengan surat keputusan KIP Kota Subulussalam, yang hanya menetapkan 3 pasangan calon dari 4 pasangan yang sudah mendaftar sebelumnya.
Penyegelan ini dilakukan oleh Sultan, Direktur CV Lae Singkohor, kontraktor yang memiliki beberapa item pekerjaan yang belum terbayar. Ia melakukan aksi penyegelan dengan memalang pintu ruang BUD menggunakan papan dan paku.
Menurut Salmaza, Wakil Wali Kota Subulussalam, hingga saat ini sudah 6 bulan anggaran biaya rutin kantornya belum terbayar, pengajuan pencairan juga sudah dilayangkan stafnya sejak 2 bulan yang lalu.
KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah