news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pria Ini Berani Bilang Al Zaytun adalah Jelmaan Baru NII, 90 Persen Santri Berasal dari NII: Pintar Kamuflase!.
Sumber :
  • tim tvOne

Pria Ini Berani Sebut Al Zaytun Jelmaan Baru NII, 90 Persen Santrinya Berasal dari NII: Pintar Kamuflase!

Pemerhati pesantren M. Najih Arromadloni mengungkapkan temuan dari penelitian non formal yang dilakukannya terhadap Ponpes Al Zaytun dan hubungannya dengan NII.
Jumat, 30 Juni 2023 - 04:30 WIB
Reporter:
Editor :

Lebih lanjut M. Najih Arromadloni mengungkapkan bahwa kelompok Al Zaytun sangat pintar untuk berkamuflase.

"Orang melihat ada bendera merah putihnya, menyanyikan Indonesia Raya, meskipun stanzanya berbeda, lalu ada pendeta yang ikut sholat, ini kan sebetulnya bagian dari kamuflase," katanya.

"Al Zaytun sendiri sebetulnya adalah penjelmaan baru atau re-branding, atau reorganisasi dari NII kan," ujarnya.

Menurutnya, NII mengubah strategi dengan cara bermetamorfosis.

"Dulu ada Kartosuwiryo, Daud Beureueh, ada Jaelani, kemudian dilanjutkan sekarang oleh Panji Gumilang," jelasnya.

Lanjut ungkap Najih Arromadloni bahwa pemberontakan atau upaya mendirikan Negara Islam Indonesia melalui jalur persenjataan sudah gagal pada tahun 1962.

Maka mereka kemudian berupaya bergerak melalui kegiatan-kegiatan sosial, misalnya yang dibangun adalah MIM (Masyarakat Indonesia Membangun).

Lebih lanjut Najih menyebut bahwa kurikulum yang digunakan Ponpes Al Zaytun ada dua, yakni kurikulum resmi dan hidden kurikulum.

"Ada unsur memang bahwa santrinya ini adalah orang-orang NII, anak-anak orang NII dan ada juga orang luar," ucapnya.

Untuk orang luar tidak diajarkan kurikulum NII, bahkan konon ketika beberapa orang pengen ikut baiat pun ditolak.

"Maksudnya ketika ada anak santri yang bukan orang tuanya bukan NII, ingin baiat NII, itu tolak oleh Panji gumilang," terangnya.

"Jadi memang Panji Gumilang membuat satu sistem yang semacam itu, ada cluster-cluster yang yang boleh diketahui oleh umum, mana yang tidak boleh diketahui," tambahnya.

Lalu apakah sistem tersebut untuk membedakan anak-anak NII dengan santri biasa?

"Mungkin dulu posisinya mungkin 50 persen 50 persen kali. NII 50 persen, yang non NII 50 persen. Kalau sekarang mungkin sudah 90 persen, 90 persen santri di Al Zaytun itu keluarga dari NII, anak-anak TNI yang umum sudah sedikit sekali itu." tutupnya. (ind/muu)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:48
03:17
02:49
02:06
01:42
02:02

Viral