- Antara
Sejarah Terbentuknya Komisi Pemberantasan Korupsi Serta Daftar Pimpinan KPK dari Masa ke Masa
KPK bertugas untuk melakukan penguatan terhadap lembaga penegak hukum yang sudah terlebih dulu ada seperti Kepolisian dan Kejaksaan.
Fungsi trigger mechanism KPK telah diamanahkan dalam undang-undang, dimana KPK tidak akan memonopoli penanganan kasus korupsi.
KPK diharapkan dapat mendorong kapasitas aparat penegak hukum lain untuk bersama-sama memberantas korupsi.
KPK berpedoman pada enam asas dalam melakukan tugasnya, yaitu asas: kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentingan umum, proporsionalitas dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Daftar Pimpinan KPK dari Masa ke Masa
Selama 20 tahun berdirinya KPK, ada sejumlah nama yang sudah menjadi pimpinan dari Komisi Pemberantasan Korupsi yang mencuri perhatian publik berkat sepak terjangnya dalam upaya memberantas korupsi. Berikut ini daftar pimpinan KPK dari masa ke masa.
Taufiequrachman Ruki
Sosok Inspektur Jenderal Polisi (Purn.) Taufiequrachman Ruki merupakan pimpinan dari KPK yang pertama.
Di era kepemimpinannya Taufiequrachman Ruki punya misi besar mewujudkan "good and clean governance" di Indonesia.
Antasari Azhar
Pasca kepemimpinan Taufiequrachman Ruki, Antasari Azhar dipilih menjadi pimpinan KPK selanjutnya.
Namun, di tengah masa jabatannya, Antasari Azhar diterpa dengan kasus pidana dimana dirinya diduga bekerja sama dengan pengusaha Sigid Haryo Wibisono untuk membunuh Nasrudin Zulkarnaen, direktur PT Rajawali Putra Banjaran.
Polemik tersebut membuat dirinya harus mendapatkan hukuman vonis penjara selama 18 tahun lamanya.
Tumpak Hatorangan Panggabean
Setelah Antasari Azhar divonis penjara, tongkat kepemimpinan KPK dipegang oleh Tumpak Hatorangan Panggabean sebagai pelaksana tugas dari 2009-2010.
Di bawah kepemimpinan Tumpak, KPK berhasil menuntaskan kasus-kasus besar termasuk penangkapan eks Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan mesin jahit.
Busyro Muqoddas
Busyro Muqoddas menjadi sosok pimpinan KPK selanjutnya, menggantikan Tumpak Hatorangan Panggabean.
Busyro Muqoddas menjadi salah satu pimpinan KPK yang kerap kali mengkritik hedonisme DPR. Busyro banyak mengkritik kehidupan anggota DPR yang serba mewah dan hedon.
Abraham Samad
Di periode selanjutnya, Abraham Samad terpilih menjadi pimpinan KPK menggantikan Busyro Muqoddas.
Nama Abraham Samad mencinta dimana pada era kepemimpinannya berhasil menangkap sejumlah nama yang terlibat kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang seperti Andi Malarangeng, Angelina Sondakh, dan Anas Urbaningrum.