- Istimewa - Dok. Instagram @Walhi.Nasional
Kronologi Awal Konflik di Pulau Rempang, Investasi Bernilai Ratusan Triliun Berakhir Jeritan Pilu Warga Rempang
Jakarta, tvOnenews.com - Rencana relokasi Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, sampai saat ini masih ditolak warga Rempang.
Rempang Eco City merupakan proyek pembangunan garapan PT Makmur Elok Graha (MEG). Rencananya pulau Rempang ini akan dibangun menjadi kawasan industri, jasa, serta pariwisata.
Awalmula polemik Pulau Rempang ini dimulai saat lahan seluas 7.572 hektare pulau ini menjadi target lahan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan dibangun menjadi pabrik kaca.
PT MEG berhasil meyakinkan Perusahaan terbesar asal Tiongkok, Xinyi International Investment Limited untuk berinvestasi senilai USD 11,5 miliar atau setara dengan Rp174 triliun sampai dengan tahun 2080.
Kerjasama tersebut diperkirakan akan menarik investasi sebesar Rp381 triliun, namun di balik rencana tersebut pemerintah dan investor harus berhadapan dengan warga penghuni pulau yang menolak pembangunan proyek ini.
Sebanyak 16 kampung adat melayu di Pulau Rempang menolak keras pembangunan proyek Rempang Eco City tersebut.
Dari informasi yang diperoleh masyarakat adat yang tinggal di Pulau Rempang tersebut telah menetap secara turun temurun sejak tahun 1834.
Suara warga Pulau Rempang dalam menolak pembangunan proyek tersebut seperti tak dianggap, warga menyadari tak banyak yang bisa dilakukan sebagai rakyat kecil untuk melawan hukum dan kuasa selain mencoba bertahan.
Rencana relokasi tersebut akan memindahkan warga pulau Rempang ke Dapur 3 Kelurahan Sijantung dengan diberikan fasilitas sewa hunian sebesar Rp1,2 juta perbulannya atau hunian yang disediakan BP Batam.
Bentrok antar Aparat Gabungan dan Warga Rempang Pecah
Bentrokan antara warga dan aparat keamanan pecah di Pulau Rempang, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Kamis (8/9/2023).
Video bentrokan antara aparat keamanan dengan warga turut diunggah oleh akun Instagram resmi @Walhi.Nasional milik organisasi konservasi lingkungan tersebut.
Dalam video bentrokan tersebut terekam sejumlah perilaku represif aparat keamanan saat membubarkan warga yang menolak untuk direlokasi dari kawasan Pulau Rempang.
Terpantau dari video yang dilihat tim tvOnenews.com, gas air mata, water canon hingga pasukan huru-hara bersenjata lengkap bertindak represif terhadap warga yang menolak rencana tersebut.