Ketimpangan Ekonomi Tertinggi di Indonesia, Pramono Anung: Karena Semua Orang Kaya Ada di Jakarta
- tvOnenews.com/Rizki Amana
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan gini ratio atau tingkat ketimpangan ekonomi di Jakarta masih tinggi.
Bahkan, dirinya tak canggung menyebut angka ketimpangan ekonomi di Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia.
Hal ini disampaikan dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Pramono menjelaskan ketimpangan itu hingga saat ini masih menjadi persoalan yang masih belum terpecahkan.
Padahal, tingkat pengangguran dan kemiskinan menurun. Tingkat investasi juga cukup tinggi saat ini.
“Alhamdulillah investasinya Jakarta sekarang ini cukup tinggi, kurang lebih Rp270 triliun. Dan kami akan menjaga momentum ini. Maka untuk itu indikator makro selain pertumbuhan ekonomi, inflasi, maka investasi juga menjadi penting,” kata Pramono.
“Yang saya juga gembira adalah tingkat penganggurannya juga menurun, tingkat kemiskinannya juga menurun. Tetapi ada satu problem yang sampai hari ini belum terpecahkan adalah gini ratio yang sekarang ini di angka sekitar 0,41,” lanjutnya.
Pramono menyebut tingginya ketimpangan di Jakarta terjadi lantaran hasil kekayaan masyarakat dan orang-orang kaya terpusat di ibu kota.
“Kenapa Gini Ratio ini selalu besar di Jakarta dan terbesar di republik ini? Karena hampir semua orang kaya ada di Jakarta,” ujar Pramono.
“Hampir semua uang-uang besar itu dimiliki oleh orang-orang Jakarta walaupun mungkin tinggalnya ada yang di Surabaya, di Bali, dan sebagainya, tetapi rata-rata mereka menaruh uangnya ataupun distribusinya itu ada di Jakarta,” tandasnya.(saa/raa)
Load more