S&P Nyatakan Rating RI Tetap BBB, Purbaya Bawa Kabar Baik Ini dari Amerika Serikat
- Instagram @menkeuri
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar segar dari hasil pertemuannya dengan lembaga pemeringkat global Standard & Poor’s di Washington DC, Amerika Serikat,
Dalam pertemuan tersebut, S&P memastikan peringkat kredit Indonesia tetap berada di level BBB dengan prospek stabil.
Keputusan ini menjadi sinyal bahwa ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah tekanan global, mulai dari perlambatan pertumbuhan, tingginya suku bunga internasional, hingga ketidakpastian geopolitik.
Peringkat BBB termasuk kategori layak investasi atau investment grade, yang menunjukkan risiko gagal bayar relatif rendah.
Status ini penting untuk menjaga kepercayaan investor, menekan biaya utang, serta mendorong aliran modal masuk ke dalam negeri.
Purbaya menjelaskan, S&P menyoroti konsistensi pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, terutama defisit anggaran yang dipertahankan di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Mereka menanyakan cukup detail kondisi fiskal kita termasuk defisit tahun ini dan tahun lalu. Utamanya mereka ingin melihat apakah kita konsisten menjaga di bawah 3 persen dari PDB,” ujar Menkeu Purbaya, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar defisit APBN tetap dijaga secara hati-hati. Komitmen tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Selain faktor fiskal, ketahanan ekonomi juga terlihat dari peningkatan penerimaan negara. Purbaya menyebut pertumbuhan pajak dalam dua bulan pertama tahun ini mencapai 30 persen, sementara periode Januari hingga Maret tumbuh sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi domestik yang terus membaik sekaligus memperkuat basis penerimaan negara.
Pemerintah juga telah melakukan penataan ulang organisasi Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai untuk meningkatkan efektivitas pengumpulan pendapatan.
“Ketika kita beritahu bahwa dua bulan tahun ini pertumbuhan pajak 30 persen dan Januari-Maret dibanding tahun lalu tumbuh 20 persen, mereka sepertinya cukup puas,” kata sang Bendahara Negara.
Menurutnya, S&P juga mencermati perbaikan kinerja ekonomi pada triwulan IV tahun lalu. Sejumlah indikator ekonomi, baik makro maupun mikro, dinilai menunjukkan tren positif pada awal pemerintahan Presiden Prabowo.
Load more