- tvOnenews.com/Aldi Herlanda
18 Tahun Gerindra dan Visi untuk Indonesia: Peran dalam Membangun Arah Bangsa
Di balik figur utama, keberhasilan partai tidak lepas dari kerja organisasi yang rapi dan strategis. Peran Prof Sufmi Dasco Ahmad menjadi sangat krusial dalam hal ini. Sebagai motor konsolidasi internal, Prof Dasco dikenal mampu menjaga stabilitas partai di tengah tekanan politik yang dinamis. Strateginya tidak bersifat reaktif, melainkan sistematis. Ia berperan besar dalam memastikan mesin partai berjalan efektif, kader solid, dan garis kebijakan tetap konsisten. Kepemimpinan seperti ini sering kali tidak banyak disorot, namun justru menjadi tulang punggung keberlanjutan partai.
Dalam konteks itulah, pernyataan Prof Dasco pada HUT ke-18 Partai Gerindra bahwa Gerindra harus hidup “1.000 tahun lagi” menemukan maknanya. Ungkapan tersebut tidak dimaksudkan sebagai target literal, melainkan sebagai visi kelembagaan yang menegaskan bahwa partai politik harus dibangun untuk melampaui momentum elektoral dan figur personal. Narasi ini menunjukkan cara pandang strategis bahwa kekuatan partai terletak pada sistem, kaderisasi, dan nilai yang mampu bertahan lintas generasi. Dengan demikian, “1.000 tahun” adalah metafora tentang keberlanjutan gagasan, bukan ambisi kekuasaan.
Lebih jauh, gagasan tersebut dapat dibaca sebagai pengingat bahwa umur panjang sebuah partai hanya mungkin jika ia terus menjaga relevansi dan kepercayaan publik. Partai yang hidup lama bukanlah yang sekadar menang pemilu, melainkan yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan prinsip dasarnya. Dalam demokrasi, partai tidak hidup karena klaim, tetapi karena legitimasi rakyat. Dengan menekankan visi jangka panjang, Prof Dasco sedang menempatkan Gerindra sebagai institusi yang dituntut untuk terus berbenah, menjaga etika kader, serta memastikan bahwa setiap capaian politik selalu berpijak pada kepentingan bangsa dan negara.
Selain itu, Gerindra juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya regenerasi. Kehadiran figur-figur muda seperti Sugiono sebagai Sekjen Partai mencerminkan upaya serius membangun kepemimpinan masa depan. Sekjen Sugiono merepresentasikan generasi baru politisi yang tidak hanya fasih dalam komunikasi publik, tetapi juga memiliki pemahaman geopolitik dan isu global. Dalam dunia yang semakin terhubung, kemampuan ini menjadi sangat penting. Regenerasi semacam ini menunjukkan bahwa Gerindra tidak berhenti pada kekuatan figur lama, tetapi berusaha menyiapkan kesinambungan nilai dan gagasan.