news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Hardiyanto Kenneth.
Sumber :
  • Istimewa

Macet Akibat Pembangunan Flyover Latumenten, Anggota DPRD Jakarta Kenneth Minta Dishub Cari Solusi

Proyek pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol, Jakarta Barat menuai kritik dari masyarakat.
Senin, 23 Februari 2026 - 23:13 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Proyek pembangunan Flyover Latumenten di kawasan Grogol, Jakarta Barat menuai kritik dari masyarakat.

Pasalnya, proyek milik Pemerintah Provinsi(Pemprov) DKI Jakarta itu justru berdampak kemacetan parah arus lalu lintas di kawasan pembangunan tersebut.

Mendapat keluhan dari masyarakat dan pengguna jalan, anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Hardiyanto Kenneth lantas melakukan inspeksi mendadak (sidak) lokasi pembangunan.

Pria yang akrab disapa Bang Kent ini meninjau lokasi penyempitan lajur jalan yang disebut pengguna menjadi penyebab kemacetannpara arus lalu lintas.

"Banyak warga komplain ke saya. Proses pembangunan ini bikin macet luar biasa karena ada penyempitan jalan," kata Kent kepada awak media, Jakarta, Senin (23/2/2025).

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta ini pun mendapati fakta kemacetan berupa penyempitan lajur jalan.

Sebab, jalan yang awalnya memiliki tiga jalur ini hanya tertinggal satu jalur akibat penyempitan tersebut.

Penyempitan ekstrem ini membuat antrean kendaraan mengular, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Tak hanya itu, Kent juga menyoroti keberadaan angkot JakLingko yang berhenti tepat setelah perlintasan kereta api. 

Menurutnya titik berhenti tersebut berada di lokasi yang sangat rawan penumpukan kendaraan.

"Angkot berhenti persis setelah perlintasan kereta. Ini memperparah kemacetan. Harusnya titik berhenti digeser sedikit ke depan setelah posisi bottleneck, supaya arus kendaraan tetap bergerak," katanya.

Kemacetan kian kompleks dengan masih melintasnya truk kontainer dan bus berukuran besar di ruas jalan yang kini menyempit. 

Kent menilai selama proyek berlangsung, kendaraan besar seharusnya dialihkan ke jalur alternatif guna mengurangi beban lalu lintas.

"Truk kontainer dan bus besar masih lewat sini. Dengan kondisi tinggal satu lajur, ini jelas tidak ideal. Saya minta Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera cari solusi konkret," ungkap Kent.

"Kita semua mendukung pembangunan Flyover Latumenten ini karena tujuannya baik, untuk mengurai kemacetan akibat perlintasan kereta. Tapi jangan sampai prosesnya justru menyengsarakan masyarakat setiap hari. Harus ada pengaturan lalu lintas yang lebih tegas, pengawasan di lapangan yang konsisten, dan solusi cepat untuk kendaraan besar maupun titik berhenti angkot," sambungnya.

Di sisi lain, Kent meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk dapat mencari solusi atas kemacetan parah yang terjadi.

"Kalau bisa diantisipasi sekarang, kenapa harus tunggu makin parah? Saya akan terus kawal proyek ini sampai benar-benar memberi manfaat bagi warga, bukan malah menambah beban di jalan," pungkas dia.

Sementara itu, Wakil Kepala (Dishub) DKI Jakarta, Ujang Harmawan mengaku pihaknya telah mengimbau pengguna jalan untuk mencari rute alternatif.

Namun untuk pembatasan kendaraan besar pihaknya masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan.

"Kami akan koordinasi dengan pengusaha angkutan wilayah barat. Pemprov juga sudah bersurat ke pusat. Nanti akan kami update," katanya.(raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

41:24
01:28
05:31
02:52
06:55
12:51

Viral