news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi 13.
Sumber :
  • Istimewa

Papua Hadapi Tantangan Ketahanan Pangan, Billy Mambrasar Dorong Penguatan Produksi Lokal

Ditandai dengan kenaikan harga dan terbatasnya pasokan sejumlah komoditas utama seperti ikan, ayam, telur, dan daging.
Rabu, 29 April 2026 - 15:17 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Kondisi ketahanan pangan di Papua saat ini menghadapi tantangan serius, ditandai dengan kenaikan harga dan terbatasnya pasokan sejumlah komoditas utama seperti ikan, ayam, telur, dan daging. Situasi tersebut dinilai perlu segera diantisipasi agar tidak berdampak pada kebutuhan masyarakat maupun pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah.

Hal itu disampaikan Billy Mambrasar dalam acara Pembukaan Musrenbang RKPD 2027 dan penambahan Otonomi Khusus Papua di Hotel Grand Suni, Abepura, Papua, yang turut dihadiri Matius Fakhiri dan Ribka Haluk.

Billy mengatakan, dirinya menerima berbagai laporan dari sejumlah kabupaten di Tanah Papua terkait mulai terbatasnya suplai bahan pangan, seperti ikan, telur ayam, daging, buah, dan sayuran.

“Yang terakhir adalah keluhan dari teman-teman Kabupaten Yapen, yang kekurangan suplai ikan segar, padahal kabupaten itu adalah kabupaten berbasis laut dan maritim,” ujar Billy.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, sejumlah komoditas pangan seperti daging ayam ras, ikan tuna, ikan cakalang, serta sayuran menjadi penyumbang utama inflasi pada Maret 2026. Inflasi tahunan Papua tercatat mencapai sekitar 3,5 persen.

Selain itu, laporan Bank Indonesia menunjukkan inflasi di Papua turut dipengaruhi keterbatasan pasokan pangan lokal dan tingginya ketergantungan distribusi dari luar wilayah.

Billy menuturkan, tantangan suplai pangan di Papua sejatinya telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua periode 2020-2024, produksi telur ayam mencapai sekitar 35 ribu butir per hari, sementara kebutuhan konsumsi di Kota Jayapura telah melampaui 50 ribu butir per hari.

Menurut dia, kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah komoditas lain seperti ikan, daging sapi, buah, dan sayuran di berbagai daerah di Tanah Papua.

“Papua menghadapi tantangan struktural dalam rantai pasok pangan. Ketika suplai ikan, ayam, telur, dan daging terbatas, maka dampaknya langsung terasa pada harga dan kebutuhan masyarakat,” kata Billy.

Ia menambahkan, penguatan sistem pangan daerah menjadi penting untuk mendukung keberlanjutan berbagai program nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kalau dapur MBG kekurangan bahan baku seperti ikan dan sayur, maka kualitas gizi yang diberikan kepada masyarakat tentu perlu dijaga bersama. Ini bukan sekadar isu ekonomi, tapi juga menyangkut kualitas generasi masa depan Papua,” ujarnya.

Sebagai langkah solusi, Billy mendorong penguatan produksi pangan lokal, khususnya sektor perikanan dan peternakan berbasis masyarakat. Selain itu, ia juga mengusulkan intervensi logistik nasional, pembangunan cold storage dan pusat distribusi pangan, hingga pengembangan industri pupuk dan pabrik pakan ternak di Tanah Papua.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi program MBG dengan UMKM dan koperasi lokal agar dapat memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan pangan.

“Papua memerlukan pendekatan khusus dalam penguatan ketahanan pangan karena tantangan geografis dan distribusinya berbeda dengan wilayah lain,” tutup Billy.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:19
01:18
05:01
01:45
01:05
01:11

Viral