news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi Tegaskan Revitalisasi Gedung Sate Tidak Hilangkan Jalan Diponegoro, Disulap jadi Ruang Publik.
Sumber :
  • antara

Dedi Mulyadi Tegaskan Revitalisasi Gedung Sate Tidak Hilangkan Jalan Diponegoro tapi Disulap jadi Ruang Publik

Berikut ini penjelasan Dedi Mulyadi soal proyek revitalisasi Gedung Sate tidak menghilangkan jalan Diponegoro.
Kamis, 30 April 2026 - 04:56 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan pesan tegas soal revitalisasi Gedung Sate, yang sempat menuai beragam kritikan. 

Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM itu mengatakan revitalisasi yang sudah berjalan ini, tidak akan menghilangkan jalan Diponegoro

Menurutnya, jalan tersebut tetap ada, tetapi tidak lagi bisa dilewati kendaraan karena akan difungsikan sebagai ruang publik.

Gambaran hasil wajah baru revitalisasi penggabungan halaman Gedung Sate-Gasibu
Sumber :
  • Instagram/@dedimulyadi71

Dengan begitu, Jalan Diponegoro yang bebas kendaraan membuat Gedung Sate dan Gasibu terintegrasi.

"Penyatuan antara Gasibu dan Gedung Sate menjadi satu kesatuan karena tidak lagi dilewati kendaraan umum," ujar KDM, dalam Jabarprov, Kamis (30/4).

Lebih lanju katanya, ada alasan jika jalan Diponegoro jadi ruang publik untuk menambah estetika dan kualitas jalan sebagai ruang publik.

Maka dengan itu, material Jalan Diponegoro akan diubah dari aspal menjadi batu andesit, seperti di Jalan Braga.

Dedi Mulyadi Tegaskan Revitalisasi Gedung Sate Tidak Hilangkan Jalan Diponegoro, Disulap jadi Ruang Publik
Sumber :
  • antara

"Intinya asalnya aspal diganti menjadi batu, seperti di Braga," ucap Bapa aing itu.

Kang Dedi juga memastikan, setelah penyatuan antara Gedung Sate-Jalan Diponegoro-Gasibu, aktivitas masyarakat bisa berlangsung lebih leluasa dan lancar. 

Pasalnya, aktivitas masyarakat seperti penyampaian aspirasi di depan Gedung Sate kerap mengganggu lalu lintas karena Jalan Diponegoro harus ditutup sehingga terjadi kemacetan.

Perlu diketahui, arsitek lanskap yang menjadi Ketua Umum Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia periode 2022-2025 Dian Heri menyambut baik penyatuan Gedung Sate-Jalan Diponegoro-Gasibu. 

Menurutnya, penyatuan itu menjadikan pergerakan dari Gasibu ke Gedung Sate maupun sebaliknya tidak saling mengganggu dengan kendaraan bermotor.

Merujuk data dari Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat, proyek ini dijadwalkan berlangsung dari 8 April hingga 6 Agustus 2026.

Dalam prosesnya, mencakup penataan pedestrian dan elemen ruang terbuka publik yang merepresentasikan identitas budaya Jawa Barat.

Dengan begitu, revitalisasi Gedung Sate akan mengintegrasikan kawasan dengan menghubungkan Plaza depan Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu sebagai satu sumbu utama seluas 14.642 meter persegi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:54
06:32
01:03
01:19
02:05
05:39

Viral