Dedi Mulyadi: Lebih Baik Sukses Bermandi Keringat daripada Sukses Bermandi Berlian tapi Tidak Ada Artinya bagi Rakyat
- YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbicara soal sejumlah hal dalam pidatonya di Forum West Java Economic Society (WJES) 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat.
Salah satunya, yakni bicara soal strategi “Lembur Diurus, Kota Ditata”.
Lewat jargon itu, pria yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi ini berencana merelokasi anggaran dari biaya konsumsi birokrasi yang mahal untuk dialihkan ke sektor produksi seperti perbaikan irigasi, jalan desa hingga stimulus UMKM.
Selain itu, dia juga bicara soal kebijakan yang ditekankan, yakni penyediaan layanan kesehatan gratis kelas 3 bagi warga di luar PBI untuk penyediaan rumah singgah gratis bagi penunggu pasien di rumah sakit.
Tak hanya itu saja, KDM juga turut mendorong perekrutan tenaga harian lepas untuk kebersihan lingkungan dengan upah standar. Harapannya, kata dia, uang pajak bisa langsung terdistribusi ke rakyat kecil.
“Lebih baik sukses bermandi keringat daripada sukses bermandi intan berlian tapi tidak ada artinya bagi rakyat. Jawa Barat harus menjadi lokomotif produksi nasional,” katanya dikutip pada Kamis (30/4/2026).
KDM juga sempat menyinggung soal ekonomi syariah. Menurutnya, ekonomi syariah bukan sekadar label, melainkan sistem berbasis kejujuran, kebenaran dan keadilan.
Berbicara soal kejujuran, Dedi Mulyadi lantasmenyoroti fenomena “bank gelap” atau rentenir yang mencekik masyarakat dengan bunga hingga 25 persen per hari.
Di lapangan, kata dia, masyarakat sering menggunakannya untuk biaya sekolah hingga pesta pernikahan.
“Negara tidak boleh membiarkan kezaliman rentenir ini terjadi. Ekonomi syariah itu ya tukang dagang jujur, sopir jujur dan negara jujur dalam mengelola uang rakyat,” kata KDM. (nsi)
Load more