- Kolase tim tvOnenews
Tak Tahan Lagi, Mantan Jamaah 'Bongkar' Kelakuan Menyimpang Kiai Ashari dan Istri di Pondok Pesantren
tvOnenews.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Kiai Ashari terus memicu kemarahan publik.
Pemilik Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Pati itu kini menjadi sorotan nasional usai diduga mencabuli puluhan santriwati di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya sendiri.
Namun di tengah ramainya pengakuan korban, muncul fakta lain yang membuat masyarakat semakin tercengang: istri Ashari ternyata berada di lingkungan yang sama saat dugaan tindakan asusila itu terjadi.
Fakta tersebut langsung memancing tanda tanya besar. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati bisa berlangsung tanpa terdeteksi lebih awal.
Apalagi menurut kesaksian korban, Kiai Ashari disebut tidak pernah tidur bersama istrinya meski tinggal satu area di pondok pesantren. Situasi itu kini menjadi salah satu bagian paling disorot dalam kasus yang menghebohkan publik tersebut.
Dugaan Pelecehan Seksual Kiai Ashari Disebut Sudah Lama Terjadi
Nama Kiai Ashari sebelumnya dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren. Namun kini, ia resmi menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo.
Kasus ini semakin menyita perhatian karena jumlah korban yang disebut-sebut tidak sedikit. Berdasarkan pengakuan sejumlah pihak, korban dugaan pencabulan dan pelecehan seksual diduga mencapai sekitar 50 perempuan.
- Youtube FHI Multimedia/Gemini AI
Jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding kasus serupa yang biasanya hanya melibatkan beberapa korban saja.
Pak Di, mantan jamaah Ashari sekaligus ayah dari salah satu korban bernama Tari, mengaku sudah lama mengenal sosok pemilik pondok pesantren tersebut. Dari pengamatannya, ia mulai melihat perilaku janggal Ashari terhadap santriwati tertentu.
Menurut Pak Di, Kiai Ashari diduga memiliki perlakuan berbeda terhadap santriwati muda dan perempuan yang sudah menikah. Ia bahkan mencurigai adanya hubungan lebih jauh dengan korban dewasa.
"Kalau dugaan saya ya, saya di situ tuh menurut saya, dari apa yang dilakukan di situ, kalau santri yang belum rumah tangga itu pikirannya pasti resiko. Nah di situ, kok kelihatannya (Ashari) akrab (sama) yang sudah bersuami, untuk memuaskan nafsunya," ungkap Pak Di dalam podcast bersama Denny Sumargo.
Pernyataan itu kemudian ditanggapi Denny Sumargo yang mempertanyakan dugaan hubungan suami istri terhadap korban dewasa.
"Berarti ada dugaan (Ashari melakukan) sampai berhubungan suami istri (dengan korban lain), yang sudah dewasa, kalau sama yang begini (remaja)?" tanya Densu.
Pengacara korban kemudian menjelaskan bahwa dugaan perlakuan terhadap korban dewasa dan remaja disebut berbeda.
"(Kalau korban remaja) menggunakan alat lain, di berita acara kan (Ashari diduga mencabuli) menggunakan alat lain. Orang dewasa yang diambil itu yang cantik, untuk menemani dia tidur," ujar pengacara korban.
Pengakuan Korban Bongkar Kriteria Santriwati yang Diajak Tidur
Salah satu korban bernama Tari juga membongkar cerita mengejutkan terkait dugaan penyimpangan yang terjadi di pondok pesantren tersebut.
Ia mengaku santriwati yang sering diajak tidur bersama Kiai Ashari adalah perempuan yang memiliki wajah cantik.
Tari bahkan pernah mempertanyakan alasan beberapa santriwati lain tidak mendapatkan perlakuan serupa.
"Pernah suatu waktu, aku tanya sama pak Yai itu 'kenapa si mba ini mukanya kurang cantik kok enggak pernah disuruh seperti saya pijat dan tidur?'. Jawabannya pak Yai 'orang itu sudah manut, sudah enggak ada penyakit seperti kayak kamu'," kata Tari.
Ucapan itu membuat publik semakin geram. Sebab, pondok pesantren yang seharusnya menjadi tempat pendidikan agama dan pembentukan moral justru diduga menjadi lokasi pelecehan seksual terhadap santriwati.
Yang lebih mengejutkan, Tari menyebut istri Ashari tinggal di lingkungan pondok pesantren yang sama. Namun menurut pengakuannya, Ashari tidak pernah tidur bersama istrinya.
"Tapi (Ashari) enggak pernah tidur bersama istrinya," ungkap Tari.
Pak Di menambahkan bahwa Ashari sudah lama menikah, memiliki empat anak, bahkan telah mempunyai cucu. Fakta itu membuat publik semakin penasaran apakah sang istri mengetahui dugaan tindakan asusila suaminya atau tidak.
Ditangkap Polisi, Kiai Ashari Akui Khilaf dan Bertobat
Setelah kasus viral dan banyak korban mulai bersuara, polisi akhirnya menangkap Kiai Ashari. Sebelumnya, ia sempat diamankan dari pondok pesantren usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan.
Namun setelah sempat dilepaskan, Ashari justru melarikan diri saat dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil menangkapnya di wilayah Purwantoro, Wonogiri.
Tersangka diamankan tanpa perlawanan di area Masjid Agung Purwantoro. Kepada penyidik, Ashari mengaku bersalah atas perbuatannya.
"Tersangka sudah mengakui dan juga mengaku khilaf serta bertobat," ujar Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama.
Meski demikian, polisi menyebut pengakuan tersebut baru terkait satu korban. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban lain dalam kasus dugaan pelecehan seksual di pondok pesantren tersebut.
Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi juga menjelaskan bahwa hasil sementara belum menemukan indikasi persetubuhan terhadap korban.
“Korban mengalami tindakan yang sama, hanya caranya berbeda. Tidak sampai persetubuhan," jelasnya.
Dari lima korban yang awalnya melapor, tiga di antaranya diketahui mencabut laporan polisi. Fakta ini menjadi sorotan tersendiri karena dalam banyak kasus pelecehan seksual, korban sering menghadapi tekanan sosial dan rasa takut saat proses hukum berjalan. (udn)