- instagram elisabet murni
Warga Kalimantan Barat Minta Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda Perbaiki Jalan Rusak: Kang Dedi Kadieu, Tolongin
tvOnenews.com - Viralnya keluhan seorang warga Kalimantan Barat kembali menunjukkan bagaimana media sosial kini menjadi ruang baru masyarakat mencari pertolongan.
Bukan kepada pejabat daerahnya sendiri, warganet asal Sintang justru memanggil nama Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda agar turun langsung melihat kondisi jalan rusak di wilayahnya.
Fenomena ini langsung menyedot perhatian publik. Di tengah sorotan terhadap pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, video seorang perempuan yang memohon bantuan kepada dua gubernur dari luar provinsi itu mendadak viral di media sosial.
Banyak netizen menilai hal tersebut sebagai bentuk keputusasaan warga setelah merasa aspirasinya belum mendapat respons maksimal dari pemerintah daerah setempat.
Warga Sintang Viral Minta Bantuan Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda
Keluhan itu datang dari akun media sosial @elisabetmurni yang memperlihatkan kondisi jalan di Sintang, Kalimantan Barat, dalam keadaan memprihatinkan.
Jalanan dipenuhi tumpukan tanah tebal dan lumpur yang membuat mobilitas warga terganggu, terutama bagi pengendara motor.
"Kang Dedi, Kang Dedi, kadieu, tulungin. tulung, jalan aing ini Kang Dedi. Aspal khusus kami ini pak," ujarnya dilansir 14/05/26.
Dalam video yang beredar, warga tersebut mengaku sudah lebih dulu meminta perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Namun karena belum melihat perubahan signifikan, ia akhirnya mencoba meminta bantuan kepada Dedi Mulyadi yang dikenal aktif merespons berbagai persoalan masyarakat lewat media sosial.
Pada 29 Maret 2026, unggahan tersebut sampai ke akun Dedi Mulyadi. Politikus yang akrab disapa Kang Dedi itu kemudian memberikan respons berupa stiker kobaran api pada unggahan tersebut.
Tak berhenti di situ, warga tersebut juga menyebut nama Sherly Tjoanda. Dalam rekaman video, ia berharap Gubernur Maluku Utara itu bersedia datang langsung ke Kalimantan Barat untuk melihat kondisi jalan yang rusak.
- instagram elisabet murni
“Dari kemarin aku hanya minta tolong dengan Pak KDM. Nah hari ini aku minta tolonglah dengan Bu Sherly. Tolonglah Bu Sherly,” ujar warga tersebut dalam rekaman yang viral di media sosial.
Permintaan itu sontak memancing berbagai reaksi publik. Banyak netizen merasa ironis karena warga justru berharap bantuan dari gubernur provinsi lain demi mendapat perhatian terhadap infrastruktur di daerahnya sendiri.
Jalan Rusak Sintang Jadi Sorotan, Warga Mengaku Putus Asa
Kerusakan jalan di Sintang disebut sudah berlangsung cukup lama. Tumpukan tanah yang menutup akses jalan membuat kendaraan sulit melintas, terutama saat hujan turun dan jalan berubah menjadi lumpur licin.
Kondisi tersebut memperlihatkan tantangan infrastruktur di sejumlah wilayah Indonesia yang masih belum merata.
Berdasarkan berbagai laporan pembangunan daerah, akses jalan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari distribusi barang hingga akses pendidikan dan kesehatan.
Karena itu, video keluhan warga Sintang cepat mendapat simpati publik. Banyak pengguna media sosial membandingkan gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dikenal sering turun langsung ke lapangan dengan harapan warga terhadap pemimpin daerah mereka sendiri.
Dalam video lainnya, warga tersebut bahkan meminta agar Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda bisa datang langsung ke Kalimantan Barat.
“Cobalah pergi ke Kalimantan Barat sini. Tolonglah warga di sini. Izinkanlah Bu Serli dan Pak KDM untuk meninggalkan tempatnya dua bulan saja,” katanya.
Pernyataan itu memperlihatkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap figur pemimpin yang dianggap dekat dengan rakyat. Nama Dedi Mulyadi sendiri belakangan memang sering viral karena berbagai aksi turun lapangan dan respons cepat terhadap persoalan warga.
Sementara Sherly Tjoanda juga mulai dikenal publik luas setelah aktif tampil dalam berbagai isu sosial dan pemerintahan di Maluku Utara.
Perbaikan Jalan Sudah Dimulai, Tapi Keluhan Belum Berakhir
Setelah unggahan tersebut ramai diperbincangkan, warga mengaku sempat melihat adanya perbaikan jalan di wilayahnya. Hal itu memunculkan harapan baru bahwa keluhan masyarakat akhirnya mulai diperhatikan.
Warga tersebut bahkan sempat mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai melakukan pengerjaan jalan beberapa pekan setelah video viral.
Namun menurutnya, perbaikan yang dilakukan belum menyeluruh. Masih ada banyak titik jalan yang dipenuhi tanah tebal sehingga menyulitkan pengendara untuk melintas dengan aman.
Dalam unggahan terbaru di Instagram pada Selasa, 12 Mei 2026, warga itu kembali menyebut nama Dedi Mulyadi sambil memperlihatkan kondisi jalan yang dianggap masih bermasalah.
“Kang Dedi, kadie kang Dedi. Tulungin kang Dedi,” ucapnya.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan bagaimana media sosial kini menjadi alat tekanan publik yang cukup kuat. Ketika keluhan warga viral, perhatian pemerintah biasanya ikut meningkat lebih cepat dibanding laporan formal biasa.
Di sisi lain, kasus jalan rusak di Sintang juga menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya soal proyek fisik, tetapi juga soal kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya. (udn)