- Istimewa
Mengenal Sosok Kombes Sigit Haryono: Dari Pemburu Koruptor hingga Presiden Persikota
Jakarta, tvOnenews.com - Nama Kombes Pol. Sigit Haryono, tengah jadi sorotan usai pernyataannya yang tegas saat rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI pada 18 Mei lalu.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTT ini menyampaikan sebuah pesan filosofis mengenai penegakan hukum yang berbunyi, "Keadilan dan kebenaran akan terdengar oleh orang tuli dan akan terlihat oleh orang yang buta".
Kalimat tersebut kini menjadi simbol integritas bagi perwira lulusan Akpol 2002 tersebut.
Mengawali pengabdian di Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sigit telah menunjukkan minat besar di bidang reserse sejak menjabat sebagai Kanit Reskrim hingga menjadi Kapolsek di beberapa wilayah.
Ketajaman analisisnya dalam manajemen penyidikan terus terasah hingga ia menyelesaikan pendidikan di PTIK pada 2009.
Kariernya semakin menanjak ketika ia mendapatkan kepercayaan untuk bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama satu dekade, terhitung sejak 2009 hingga 2019.
Selama sepuluh tahun di lembaga antirasuah, Sigit berhadapan langsung dengan koruptor dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat legislatif hingga konglomerat.
Baginya, setiap posisi yang diamanatkan adalah tanggung jawab besar yang memerlukan kolaborasi kuat.
"Dengan jabatan ini kita dituntut untuk mampu berkoordinasi dengan satuan kerja, mengintensifkan kerja sama lintas fungsi, serta menjaga dinamika operasional yang kompleks," ungkap pria kelahiran Salatiga, Jawa Tengah tersebut, dikutip Sabtu (30/5).
Sekembalinya ke struktur Polri, Sigit menorehkan prestasi gemilang sebagai Kapolres Cilegon dengan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta penghargaan penanganan COVID-19 terbaik.
Keberhasilannya mengungkap mafia beras subsidi saat menjabat Wadir Reskrimsus Polda Banten semakin mengukuhkan reputasinya sebagai pemburu kejahatan yang andal.
Dalam setiap tindakan, ia selalu memegang prinsip. "Teliti dalam mengurai fakta, fokus pada pembuktian, dan tegas dalam mengambil keputusan operasional, adalah hal yang harus terus ditekankan," ujarnya.
Kini, sejak Desember 2025, Kombes Sigit memimpin Ditreskrimum Polda NTT dan telah berhasil membongkar kasus-kasus besar berprofil kompleks, termasuk kasus pembunuhan Sebastian Bokol.
Menurutnya, transparansi publik dan komunikasi yang konstruktif sangat penting untuk membangun kepercayaan warga terhadap institusi kepolisian.
Baginya, hubungan harmonis dengan masyarakat adalah elemen vital.
"Kedekatan ini tidak hanya membangun kepercayaan publik, tetapi juga memperkuat kerja sama antar instansi dalam menegakkan hukum," jelasnya.
Sigit juga aktif di dunia olahraga sebagai Presiden Klub Persikota Tangerang.
Hobi sepak bola ini menjadi jembatan empati yang mendekatkan dirinya dengan komunitas luas di luar tugas profesional.
Menatap masa depan penegakan hukum di NTT, ia berkomitmen untuk terus mengedepankan keadilan restoratif dan kemanusiaan guna memberikan rasa aman yang nyata bagi seluruh masyarakat. (dpi)