- Istimewa
Sosok Ini Siapkan Strategi Bawa UMKM Indonesia Menembus Pasar Dunia
Menurutnya, Indonesia tidak hanya berpotensi menjadi pasar bagi produk asing, tetapi juga mampu menjadi pemain utama dalam perdagangan global. Untuk mewujudkan hal tersebut, Jona menilai pelaku UMKM memerlukan dukungan permodalan yang lebih besar.
Karena itu, ia berencana memperjuangkan peningkatan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp500 juta menjadi Rp2 miliar bagi pelaku usaha yang memiliki potensi berkembang. Selain akses pembiayaan, Jona juga mendorong keterlibatan pengusaha lokal dalam setiap investasi yang masuk ke Indonesia.
Jona juga mendorong keterlibatan pengusaha lokal dalam setiap investasi yang masuk ke Indonesia. "Bayangkan jika investasi itu bisa kita kapitalisasi melalui pengusaha muda di daerah. Hipmi bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi mulai dari daerah hingga nasional," ujarnya.
Ia menilai Hipmi dapat berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dengan menjembatani kebutuhan investor dan potensi usaha lokal. Jona juga menegaskan bahwa setiap daerah memiliki sumber daya yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui hilirisasi.
Dengan pendampingan yang tepat, pelaku usaha daerah diyakini mampu meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas jangkauan pasar. Sebagai contoh, hasil perikanan dapat diolah menjadi produk makanan siap jual dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Begitu pula rumput laut yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku untuk berbagai kebutuhan industri, mulai dari pangan hingga farmasi. Melalui langkah-langkah tersebut, Jona optimistis pelaku UMKM Indonesia dapat naik kelas dan tampil lebih kompetitif di pasar global.