- Instagram @erintaulany
Selain Herawati, Mantan ART Lain Muncul Mengaku Dapat Perlakuan Kasar Selama Bekerja di Rumah Erin
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus yang menyeret Rien Wartia alias Erin terus berkembang. Setelah sebelumnya mantan asisten rumah tangga (ART) bernama Herawati atau Hera mengungkap dugaan penganiayaan yang dialaminya, kini mantan ART lain, Nur Rohma, turut buka suara mengenai pengalaman selama bekerja di rumah mantan istri komedian Andre Taulany tersebut.
Berbeda dari Hera yang mengaku mengalami kekerasan fisik, Nur mengaku menghadapi tekanan yang lebih bersifat psikologis. Menurut pengakuannya, pengalaman tersebut bahkan meninggalkan dampak yang masih dirasakannya hingga saat ini.
Keterangan Nur disampaikan melalui kuasa hukumnya, Basuki, saat berada di Polres Metro Jakarta Selatan Jumat (5/6/2026). Ia menjelaskan bahwa kliennya kerap menerima ucapan yang dianggap tidak pantas dari majikannya ketika situasi sedang memanas.
"Ada bahasa-bahasa yang tidak etis. Kalau lagi marah, keluar kata-kata yang tidak pantas disebutkan sebagai majikan," kata Basuki, pengacara Nur di Polres Metro Jakarta Selatan.
Saat diminta menjelaskan lebih lanjut bentuk ucapan yang diterimanya, Nur mengaku sering mendapat kata-kata yang merendahkan.
"Tolol dan bego," ucapnya.
Menurut Basuki, tekanan yang dialami Nur tidak berhenti ketika ia masih bekerja di rumah tersebut. Bahkan setelah tidak lagi menjadi ART Erin Taulany, efek psikologisnya disebut masih membekas dan memengaruhi kondisi fisiknya.
"Ada mual-mual dan rasa pusing. Nah itu pengaruh dari tekanan psikologi yang dialami," terang Basuki.
Gejala tersebut, kata dia, sebenarnya sudah muncul ketika Nur masih bekerja. Kondisinya bahkan sempat membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman karena disertai keluhan fisik lainnya.
"Pusing, dadanya sakit, sesak gitu. Cemas jadi panik karena tekanan," katanya.
Meski mengalami kondisi tersebut, Nur mengaku selama ini memilih memendam apa yang dirasakannya. Ia tidak berani menyampaikan keberatan maupun melawan karena posisinya sebagai pekerja rumah tangga.
"Iya, ada tekanan, ada marah juga. Terus kan disuruh ngomong baik-baik juga kan pas kemarin ke sini (polres)," kata Nur.
Sebelumnya, Nur diketahui sempat mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk memberikan keterangan. Kehadirannya saat itu berkaitan dengan pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara yang melibatkan Erin Taulany.
Di sisi lain, Erin Taulany bersama tim kuasa hukumnya pernah membantah adanya intervensi terhadap Nur. Mereka menegaskan tidak pernah mengarahkan ataupun memaksa mantan ART tersebut untuk menyampaikan pernyataan tertentu.
Kini, Nur sudah tidak lagi bekerja di kediaman Erin Taulany. Ia mengaku memilih meninggalkan pekerjaannya dengan cara kabur dari rumah tersebut, bahkan hingga harus melompati pagar.
Seiring berjalannya waktu, kondisi kesehatannya disebut mulai membaik. Keluhan yang sebelumnya sering muncul perlahan berkurang setelah tidak lagi berada di lingkungan kerja tersebut.
"Paling pusing," kata Nur.
Untuk memastikan kondisi kesehatannya, Nur juga telah menjalani pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan tersebut dijadwalkan akan diterima pada awal pekan depan dan diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi yang dialaminya setelah melewati tekanan psikologis selama bekerja. (cmi)