- Isimewa
Keramika Expo 2026 Soroti Era Baru Desain Interior yang Lebih Fungsional
Jakarta, tvOnenews.com - Pameran industri keramik dan material bangunan Keramika 2026 menjadi ajang bagi pelaku industri untuk menampilkan berbagai inovasi material yang kini semakin berperan dalam perkembangan desain interior dan arsitektur modern.
Pameran yang berlangsung pada 4-7 Juni 2026 di NICE PIK 2, Jakarta, itu menyoroti tren desain interior yang tidak lagi hanya berfokus pada aspek estetika, tetapi juga mengedepankan fungsi, daya tahan, serta efisiensi penggunaan ruang.
Berbagai material baru diperkenalkan dalam pameran tersebut. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah penggunaan sintered stone, material yang dikenal memiliki ketahanan terhadap panas, goresan, dan noda sehingga banyak digunakan untuk kebutuhan interior seperti kitchen island, meja kerja, hingga area komersial.
Dalam kesempatan itu, produsen sintered stone QUADRA memperkenalkan meja sintered stone tanpa sambungan sepanjang lima meter yang sekaligus mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).
Pimpinan QUADRA dan ROMAN, Willie Low, mengatakan produk tersebut dibuat menggunakan teknologi Sacmi Continua+ asal Italia yang memungkinkan produksi slab berukuran besar dengan tingkat daya serap air yang sangat rendah.
"Melalui inovasi teknologi manufaktur di pabrik QUADRA, material alami pilihan dipadatkan hingga mencapai tingkat yang optimal dan daya serap air nyaris nol untuk menciptakan slab berukuran super besar dengan konsistensi struktural yang sempurna," kata Willie.
Selain meja tanpa sambungan, perusahaan juga memperkenalkan produk sintered stone dengan ukuran dan ketebalan baru yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas lebih besar dalam aplikasi arsitektur dan interior.
Wakil Direktur Utama MURI, Osmar Semesta Susilo, menilai pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan industri nasional dalam menghadirkan inovasi material yang mampu bersaing dengan produk internasional.
Menurutnya, seluruh proses produksi meja sintered stone yang memecahkan rekor tersebut dilakukan di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI), Edy Suyanto, mengatakan inovasi tersebut menjadi indikator meningkatnya daya saing industri material bangunan nasional.
Perkembangan teknologi material menjadi salah satu tren yang banyak mendapat perhatian dalam Keramika 2026.
Selain menawarkan tampilan yang lebih modern, berbagai material baru juga dirancang untuk mendukung kebutuhan bangunan yang lebih efisien, tahan lama, dan berkelanjutan.