- ANTARA
Program Sertifikasi Halal Gratis Tembus 1 Juta UMK pada 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang dijalankan pemerintah pada 2026 telah menjangkau lebih dari satu juta pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Program tersebut dinilai menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem halal nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk UMK.
Capaian tersebut mengemuka dalam penandatanganan nota kesepahaman kerja sama Jaminan Produk Halal yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan industri halal memiliki peran yang semakin penting dalam perekonomian nasional. Menurutnya, sektor yang terkait dengan rantai nilai halal berkontribusi sekitar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
"Kontribusi industri halal terhadap perekonomian nasional sangat besar, mencapai 27 persen terhadap PDB nasional. Ini menunjukkan bahwa halal bukan hanya urusan sertifikasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia," kata Haikal.
Ia menilai halal kini tidak hanya dipandang sebagai aspek pemenuhan syariat, tetapi juga telah berkembang menjadi standar kualitas yang mendapat perhatian berbagai negara.
Menurut Haikal, sejumlah negara melihat halal dari perspektif kesehatan, kebersihan, peluang ekonomi, hingga keberlanjutan lingkungan.
Dalam kesempatan yang sama, pendiri ESQ Corp Ary Ginanjar Agustian mengapresiasi pelaksanaan program sertifikasi halal gratis yang telah menjangkau lebih dari satu juta UMK.
Menurutnya, program tersebut membantu memperluas akses sertifikasi bagi pelaku usaha kecil sekaligus memperkuat fondasi ekonomi halal nasional.
Ary menilai keberhasilan pengembangan ekosistem halal perlu didukung oleh tata kelola organisasi, kepemimpinan, dan pengelolaan sumber daya manusia yang kuat agar kontribusinya terhadap perekonomian nasional terus meningkat.
Ia berharap penguatan ekosistem halal dapat menjadi salah satu faktor pendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri halal global.