- Pixabay)
Glaukoma hingga Katarak Bisa Datang Diam-diam, Begini Cara Deteksi Sejak Dini
Jakarta, tvOnenews.com - Gangguan penglihatan menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami seiring bertambahnya usia. Sayangnya, banyak penyakit mata pada lansia berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga baru disadari ketika kondisinya sudah cukup parah. Karena itu, pemeriksaan mata secara berkala menjadi langkah penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini dan mencegah penurunan fungsi penglihatan yang permanen.
Optometris LV 6, Zakaria Efendi, S.Tr.Kes.,S.KM.,M.M mengatakan, secara umum masyarakat berusia 40 hingga 64 tahun dianjurkan menjalani pemeriksaan mata lengkap setiap satu hingga dua tahun meski tidak memiliki keluhan. Sementara itu, bagi mereka yang telah berusia 65 tahun ke atas, pemeriksaan sebaiknya dilakukan setidaknya satu kali setiap tahun.
Menurutnya, orang yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, riwayat glaukoma dalam keluarga, rabun tinggi, atau pernah menjalani operasi mata perlu melakukan pemeriksaan lebih sering sesuai anjuran dokter mata.
"Pertimbangannya adalah banyak penyakit mata pada usia lanjut berkembang secara perlahan tanpa gejala pada tahap awal. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi penyakit lebih dini sehingga peluang mempertahankan penglihatan menjadi lebih baik," ujar Zakaria, dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah gangguan mata yang paling sering dialami lansia meliputi katarak, glaukoma, degenerasi makula terkait usia (Age-related Macular Degeneration/AMD), retinopati diabetik, mata kering, hingga presbiopia atau mata tua.
Katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan yang sebenarnya dapat diobati melalui tindakan operasi ketika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Sementara glaukoma dikenal sebagai "pencuri penglihatan" karena sering berkembang tanpa gejala. Bila terlambat ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan permanen akibat kerusakan saraf mata.
Selain melakukan pemeriksaan secara rutin, menjaga pola makan juga menjadi salah satu cara penting untuk mempertahankan kesehatan mata. Zakaria menyarankan masyarakat, khususnya yang telah berusia di atas 40 tahun, mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti sayuran hijau yang kaya lutein dan zeaxanthin, buah-buahan tinggi vitamin C, ikan berlemak yang mengandung omega-3, telur, kacang-kacangan, serta makanan yang mengandung seng.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat mengurangi konsumsi gula berlebih, membatasi makanan ultra-proses dan tinggi lemak jenuh, serta menghindari kebiasaan merokok karena dapat meningkatkan risiko katarak dan degenerasi makula.
Zakaria turut meluruskan sejumlah anggapan yang masih beredar di masyarakat. Salah satunya adalah anggapan bahwa terlalu sering membaca dapat membuat mata minus atau plus semakin bertambah.
"Hal itu tidak sepenuhnya benar. Membaca tidak menyebabkan presbiopia maupun rabun bertambah. Yang mungkin terjadi adalah mata terasa lelah bila pencahayaan kurang, posisi membaca tidak nyaman, atau ukuran kacamata sudah tidak sesuai," jelasnya.
Ia juga menegaskan penggunaan kacamata tidak akan membuat mata menjadi semakin rusak. Pergantian lensa sebaiknya dilakukan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan ukuran mata berubah, penglihatan mulai kabur, muncul keluhan sakit kepala, mata cepat lelah, atau lensa sudah mengalami kerusakan.
Pentingnya pemeriksaan mata pada usia lanjut juga menjadi perhatian dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Holywings Peduli di Jakarta, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan mata, konsultasi dengan tenaga kesehatan, edukasi mengenai penyakit mata pada lansia, serta pembagian kacamata sesuai hasil pemeriksaan.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk membantu para lansia memperoleh akses terhadap layanan kesehatan mata yang lebih baik.
"Kami berharap kegiatan ini dapat membantu para lansia memperoleh akses pemeriksaan mata yang baik sekaligus mendapatkan kacamata yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Penglihatan yang baik akan membuat mereka tetap mandiri, produktif, dan menikmati aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Melalui Holywings Peduli, kami akan terus menghadirkan program-program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Andrew Susanto. (cmi)