news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Danseskoad Mayjen TNI Agustinus Purboyo seusai menjadi pembicara di sesi ‘Inspirational Sharing’ untuk ribuan mahasiswa UPH..
Sumber :
  • Istimewa

Tantangan Teknologi Makin Kompleks, Danseskoad TNI Bekali Ribuan Mahasiswa untuk Jadi Pemimpin Tangguh di Era AI

Danseskoad TNI Mayjen Agustinus Purboyo membekali 1.405 student leaders di UPH untuk menjadi pemimpin tangguh, adaptif, kolaboratif, dan siap menghadapi era disrupsi.
Selasa, 14 Juli 2026 - 23:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), disrupsi sosial, konflik global, hingga perubahan nilai antargenerasi dinilai melahirkan tantangan baru yang kian kompleks bagi generasi saat ini.

Berbagai ketidakpastian menuntut generasi pemimpin kelak tidak hanya mampu mengelola organisasi, tetapi juga membangun tim yang kuat dan siap menghadapi perubahan.

Hal ini menjadi perhatian Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Danseskoad), Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Agustinus Purboyo saat menjadi pembicara dalam Student Leaders Appreciation and Inauguration 2026.

Kegiatan yang digelar Universitas Pelita Harapan (UPH) ini menjadi bagian dari upaya kampus membekali mahasiswa agar mampu menjadi pemimpin yang tangguh, adaptif, dan kolaboratif di tengah perubahan global.

Sebanyak 1.405 student leaders mengikuti rangkaian kegiatan yang mengapresiasi kepengurusan lama sekaligus melantik pengurus organisasi mahasiswa periode baru.

Dalam sesi Inspirational Sharing bertajuk "Beyond the Storm: Membangun Collective Resilience untuk Organisasi", Mayjen TNI Agustinus mengajak para student leaders memandang setiap tantangan sebagai peluang untuk berkembang sekaligus memperkuat organisasi.

Ia menjelaskan, kekuatan sebuah organisasi tidak bergantung pada satu figur pemimpin. Organisasi yang mampu bertahan justru dibangun melalui kepercayaan, kolaborasi, komunikasi yang terbuka, serta kemampuan seluruh anggotanya untuk terus beradaptasi.

"Kepemimpinan adalah seni dan ilmu untuk memengaruhi orang lain agar mereka mau mengikuti tujuan bersama secara sukarela. Untuk itu, seorang pemimpin harus menjadi role model yang dapat dipercaya dan membawa tim menuju kondisi yang lebih baik," ujar Danseskoad saat memberikan sambutan, dikutip Selasa (14/7/2026).

Pada kesempatan tersbut, Mayjen Agustinus juga mengajak mahasiswa mengamalkan falsafah kepemimpinan Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.

"Saat berada di depan, seorang pemimpin harus mampu memberi teladan. Ketika berada di tengah, ia harus membangun semangat tim dalam menghadapi setiap tantangan. Lalu ketika berada di belakang, ia harus mendorong setiap anggotanya agar mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Tiga hal inilah yang menurut saya menjadi fondasi kepemimpinan," jelasnya.

Ia menambahkan, organisasi mahasiswa merupakan wadah yang tepat untuk mengasah karakter kepemimpinan. Melalui berbagai aktivitas organisasi, mahasiswa dapat belajar berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, hingga mempertanggungjawabkan setiap amanah yang diemban.

"Manusia bukan makhluk individu. Kita hidup bersama orang lain dan setiap keputusan selalu dipengaruhi oleh interaksi dengan orang lain. Karena itu, organisasi menjadi tempat yang sangat penting untuk belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan membentuk karakter kepemimpinan," tuturnya.

Mengakhiri paparannya, Mayjen Agustinus mendorong mahasiswa agar terus belajar, berani beradaptasi, serta mengandalkan Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan.

"Jadilah pemimpin seperti rajawali. Semakin tinggi tantangan yang dihadapi, semakin matang karakter yang dibentuk. Badai bukan untuk dihindari, melainkan untuk dilampaui. Jangan pernah puas, terus belajar, terus bertumbuh, dan tetap semangat pantang menyerah. Ketika menghadapi kesulitan atau beban yang berat, ingatlah bahwa kebijaksanaan berasal dari Tuhan," pesannya.

Sebagai informasi, Student Leaders Appreciation and Inauguration 2026 juga memberikan penghargaan kepada 568 pengurus organisasi mahasiswa periode 2025/2026. Pada saat yang sama, UPH juga melantik 837 student leaders baru periode 2026/2027 yang akan melanjutkan kepemimpinan di 65 organisasi mahasiswa.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPH periode 2026/2027, Catherine Setiawati Anderson, mengatakan kepengurusan BEM tahun ini berkomitmen membangun kepemimpinan yang berlandaskan semangat melayani serta membantu mahasiswa mengembangkan potensi terbaiknya.

"Kami ingin setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk bertumbuh dan mencapai potensi terbaik mereka. Harapannya dampak BEM dapat dirasakan oleh lebih banyak mahasiswa, sehingga mereka merasakan bahwa mereka sedang dipersiapkan menjadi pribadi yang lebih baik selama berkuliah di UPH," ungkap mahasiswi Psikologi angkatan 2024 tersebut.

Di sisi lain, para student leaders yang telah menyelesaikan masa kepengurusan juga memaknai organisasi sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus pengembangan kepemimpinan. Ketua MC Hunt UPH periode 2025/2026, Gracela Indah Stepani, menilai kepemimpinan sejati lahir dari kesetiaan melayani dalam setiap proses, bukan semata-mata pengakuan.

"Kepemimpinan bukan tentang apa yang terlihat di atas panggung, melainkan tentang ketekunan melakukan hal-hal kecil dengan setia, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihat. Organisasi bukan hanya tempat kita bekerja, tetapi tempat Tuhan membentuk setiap pribadi menjadi semakin serupa dengan kehendak-Nya," tutur mahasiswi Ilmu Komunikasi angkatan 2023 tersebut. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:44
02:15
03:17
05:38
09:17
01:20

Viral