- tvOnenews/Sumiyati.
Minat Kuliah di Taiwan Terus Naik, Indonesia Kini Jadi Penyumbang Mahasiswa Asing Terbesar Kedua
Jakarta, tvOnenews.com - Minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Taiwan terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Selain kualitas pendidikan yang diakui secara internasional, biaya kuliah dan biaya hidup yang relatif kompetitif menjadi sejumlah faktor yang mendorong semakin banyak mahasiswa Indonesia memilih Taiwan sebagai tujuan studi.
Berdasarkan data 2025, tercatat sekitar 14.000 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Taiwan. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia sebagai penyumbang mahasiswa asing terbesar kedua di negara tersebut.
Tren positif ini juga tercermin dari semakin luasnya akses informasi mengenai pendidikan tinggi Taiwan yang disediakan bagi calon mahasiswa Indonesia. Salah satunya melalui penyelenggaraan Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2026, pameran pendidikan tinggi yang akan digelar di lima kota besar pada 1–9 Agustus 2026.
Ketua Umum Ikatan Citra Alumni Taiwan se-Indonesia (ICATI), Hengky Lau, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Taiwan sekaligus memberikan informasi yang lebih luas kepada calon mahasiswa.
“Pameran ini mendapatkan dukungan resmi dari berbagai institusi pemerintah Indonesia dan Taiwan. Ini adalah upaya berkelanjutan kami sejak 2013 untuk memfasilitasi pelajar Indonesia meraih pendidikan terbaik,” ujar Hengky saat konferensi pers di Jakarta.
Penyelenggaraan tahun ini menjadi edisi ke-10 sejak pertama kali dilaksanakan pada 2013. Sebanyak 65 perguruan tinggi asal Taiwan dijadwalkan berpartisipasi dengan menghadirkan lebih dari 180 delegasi, mulai dari rektor, dekan, hingga dosen.
Ketua Panitia THEFI 2026, Sudjadi Mulia, mengatakan sejumlah bidang studi yang saat ini banyak diminati akan menjadi fokus utama dalam pameran tersebut.
“Kami menitikberatkan pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), keuangan, serta industri semikonduktor yang merupakan keunggulan global Taiwan,” jelas Sudjadi.
Menurutnya, perkembangan industri teknologi di Taiwan turut memengaruhi meningkatnya minat mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, untuk mengambil program studi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain memperkenalkan berbagai program akademik, delegasi perguruan tinggi Taiwan juga dijadwalkan menjalin komunikasi dengan sekolah maupun perguruan tinggi di Indonesia guna membuka peluang kerja sama, seperti pertukaran mahasiswa dan riset kolaboratif.
Selama pameran berlangsung, calon mahasiswa dapat memperoleh berbagai informasi mengenai pilihan program studi, peluang beasiswa, kesempatan magang, prospek karier setelah lulus, hingga gambaran biaya hidup selama menempuh pendidikan di Taiwan. Informasi mengenai kesempatan studi jenjang magister (S2) dan doktor (S3) bagi tenaga pendidik juga akan tersedia.
Adapun penyelenggaraan THEFI 2026 akan berlangsung secara bergilir di lima kota, yakni Jakarta dan Bodetabek pada 1 Agustus, Bandung pada 2 Agustus, Semarang pada 4 Agustus, Surabaya pada 6–7 Agustus, serta Medan pada 9 Agustus 2026.
Panitia memperkirakan puluhan ribu calon mahasiswa akan menghadiri rangkaian kegiatan tersebut. Jakarta dan sekitarnya ditargetkan menjadi lokasi dengan jumlah pengunjung terbesar, yakni sekitar 12.000 orang, disusul Surabaya dan Jawa Timur serta Medan dan Sumatera Utara yang masing-masing diproyeksikan mencapai 10.000 pengunjung. (cmi)