- Istimewa
Diskusi Manajemen Krisis Keuangan Bahas Mitigasi Risiko Program Prioritas Nasional
Eks Ketua Umum PB HMI Periode 2015-2018, Arif Rosyid mengatakan kegiatan diskusi ini penting dilakukan.
Pasalnya, diskusi turut memunculkan sejumlah langkah mitigasi risiko dalam pengambilan kebijakan.
Nantinya pengambilan kebijakan itu dapat menjadi tolak ukur terhadap dampaknya ke publik.
“Dengan adanya Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam PB HMI ini dapat menjadi bentuk suatu wadah tanggung jawab bagi aktivis untuk memperjuangkan jalan kemaslahatan umat melalui meja-meja diskusi dan perundingan, tujuannya satu tiada lain yaitu untuk Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT sesuai dengan tujuan HMI," jelasnya.
Alhasil, diskusi tersebut turut merekomendasikan upaya pengendalian risiko dalam implementasi program prioritas nasional yang menggunakan model pengembangan masyarakat civil society atau Quadriple Hellix yaitu pemerintah, akademisi, industri, bisnis, konsulting, masyarakat.
Serta memperbaiki Perpres 115 Tahun 2025 untuk memuat pengelolaan Risiko atas konflik kepentingan dalam pengelolaan SDM BGN, Melakukan evaluasi kinerja dengan mengedepankan perencanaan berbasis kinerja, menutup segala celah potensi fraud dan korupsi dengan upaya melakukan kajian mekanisme PBJ dan perbaikan pelaksanaan program.(raa)