news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

200 pelajar dari 35 sekolah mengikuti simulasi sidang PBB..
Sumber :
  • AYIMUN.

Simulasi Sidang PBB Jadi Wadah Pelajar Mengasah Nalar Kritis dan Kepemimpinan Global

Konferensi simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (Model United Nations/MUN) ini menjadi ruang bagi siswa untuk berlatih berpikir kritis, bernegosiasi serta menyusun solusi.
Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:13 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sebanyak 200 pelajar dari 35 sekolah di berbagai provinsi mengikuti AYIMUN Pekanbaru Chapter yang digelar pada 25–26 Juli 2026. Konferensi simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (Model United Nations/MUN) ini menjadi ruang bagi siswa untuk berlatih berpikir kritis, bernegosiasi, serta menyusun solusi atas berbagai persoalan global yang berkaitan dengan pendidikan inklusif dan keberlanjutan lingkungan.

Mengusung tema Powering Progress: Ensuring Equity and Sustainability in a Changing World, konferensi menghadirkan dua dewan utama, yakni UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) dengan topik Equity for All: Inclusive Education for Students with Disabilities dan UNEP (United Nations Environment Programme) dengan topik Electric Vehicles and Lithium Waste: a Double-edged Sword.

Melalui simulasi sidang diplomasi, peserta mewakili negara tertentu, menyampaikan posisi negaranya, berdebat, melakukan negosiasi, hingga menyusun draft resolution sebagaimana dilakukan dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Dr. H. Syafrian Tommy, S.STP., M.Si yang mewakili Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, S.E., M.M. mengatakan forum semacam ini penting untuk membentuk cara pandang generasi muda terhadap tantangan global.

“Dalam forum diplomasi ini, ada tiga pesan penting bagi generasi muda. Pertama, pemuda bukan sekadar penerus masa depan, tetapi aktor utama yang membentuk inovasi dan arah kebijakan. Kedua, diplomasi global bukan hanya tentang kemampuan berbicara, melainkan juga tentang membangun empati dan memahami keberagaman budaya," ujar Syafrian dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/8/2026).

"Ketiga, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga memastikan setiap orang memiliki akses yang setara terhadap pendidikan. Pemerintah Kota Pekanbaru sangat berbangga terhadap seluruh peserta yang hadir hari ini. Selaras dengan semangat Connecting Dreams dari International Global Network, mari jadikan AYIMUN sebagai jembatan yang menghubungkan ide besar dengan aksi nyata,” sambungnya.

Presiden International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, menilai peserta tidak hanya diuji kemampuan berdebat, tetapi juga kemampuan menyusun kebijakan yang mempertimbangkan aspek keadilan dan keberlanjutan.

“Seluruh peserta AYIMUN Pekanbaru Chapter tidak hanya ditantang untuk mempertahankan argumen negara yang mereka wakili, tetapi juga untuk melihat setiap isu melalui tiga lensa utama: kekuatan, keadilan, dan waktu. Dari ketiga perspektif tersebut, para peserta diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang relevan dan berdampak. Tugas ini jauh lebih menantang daripada sekadar memenangkan debat—ini adalah proses nyata untuk membangun dunia yang lebih baik,” kata Fahrizal.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
25:30
06:26
01:30
02:16
00:56

Viral