- istimewa
Detik-detik Menegangkan DJBC Gagalkan Penyelundupan Ekspor Rotan Ilegal
Kedua, penyempurnaan regulasi tata niaga dan kebijakan fiskal yang mampu mendorong hilirisasi serta meningkatkan daya saing produk furnitur rotan Indonesia.
Ketiga, penguatan sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam sinkronasi kebijakan dan pengawasan, pembinaan industri, serta pengembangan pasar ekspor produk jadi bernilai tambah tinggi.
"Di sisi lain, penguatan sarana operasi pengawasan di DJBC juga menjadi kebutuhan penting untuk menghadapi pola penyelundupan yang semakin kompleks," jelasnya.
Pengembangan intelijen, pemanfaatan teknologi pengawasan, peningkatan armada patroli, serta kolaborasi yang lebih erat dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait menjadi bagian penting dalam menjaga sumber daya nasional dari praktik perdagangan ilegal.
"Keberhasilan menggagalkan penyelundupan 99,5 ton rotan ini menunjukkan bahwa pengawasan kepabeanan tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penegakan hukum, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap industri nasional, UMKM, tenaga kerja, dan agenda hilirisasi yang menjadi prioritas pembangunan nasional."
"Dengan menjaga kebutuhan rotan di dalam negeri, mendorong UMKM dan Industri untuk memperoleh nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan memperkuat kemandirian industri serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," pungkasnya. (aag)