news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) saat sidak pedagang berjualan di atas trotoar.
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Selain Sayembara Tangkap Begal, Dedi Dedi Mulyadi Pertegas Pengobatan Korbannya Bakal Dibiayai Pemprov Jawa Barat

Pernyataan itu muncul setelah tahu, kasus begal, Babas, yang anaknya menjadi korban pembacokan. Korban diserang setelah memergoki aksi pencurian moto
Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:20 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan pihaknya akan menangguung biaya pengobatan korban begal di fasilitas kesehatan (Faskes). 

Ilustrasi begal
Sumber :
  • tvOnenews.com/Wildan Mustofa

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi disapa KDM, mengingat marak terjadi kasus kriminalitasi di Jawa Barat. Seperti begal atau kekerasan fisik lainnya, ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan provinsi.  

"saya sudah penegasan sekali lagi kepada dinas kesehatan seluruh rumah sakit negeri dan swasta di Provinsi Jawa Barat apabila ada korban pembegalan, korban kekerasan, korban penganiayaan layani, biaya yang ditimbulkan ditanggung oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat," katanya dikutip dari Instagramnya, Minggu (9/8).

Mengetahui satu kasus begal, Babas, warga Majalengka yang anaknya menjadi korban pembacokan. Korban diserang setelah memergoki aksi pencurian sepeda motor.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel

Diketahui peristiwa tersebut terjadi menjelang Subuh, sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, anak Babas keluar untuk mencari makanan. Ia kemudian melihat seseorang yang awalnya disangka sebagai temannya.

"Anaknya saat subuh-subuh jam 4 cari makan, kemudian lihat orang disangka temennya disamperin ternyata lagi maling motor," ucap Dedi Mulyadi.

Lalu meneriaki pelaku dengan kata "maling". Pelaku yang hendak membawa sepeda motor akhirnya melepaskan kendaraan tersebut.

Namun, pelaku malah menyerang korban menggunakan senjata tajam.

"Anak bapaknya teriak maling, akibat anak bapaknya teriak maling motornya dilepasin. Tapi anak itu dibacok. Setelah dibacok anaknya lari pakai motor dikejar oleh temen-temennya (pelaku)," terang KDM.

Tidak disangka, korban kemudian berhasil menyelamatkan diri dengan masuk ke kantor Polsek. Sementara para pelaku melarikan diri. 

Korban begal itu diketahui, dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Sedihnya keluarga saat tahu biaya pengobatan korban tidak dapat ditanggung melalui BPJS Kesehatan. 

Kondisi itulah membuat keluarga harus menanggung tagihan rumah sakit yang mencapai Rp 11 juta.

"Setelah masuk rumah sakit, tidak bisa dibayar lewat BPJS. Jadilah tunggakan sebesar Rp 11 juta. Rumah sakitnya dibayar, tapi bapaknya minjem ke mana-mana duitnya," jelas Dedi. 

Sebelumnya, Dedi mengumumkan sayembara tangkap begal berhadiah uang sudah disampaikan Gubernur Jawa Barat itu. 

Menurutnya dengan pendekatan yang berbasis insentif finansial sangat relevan dengan kultur masyarakat Indonesia yang terbiasa terpacu oleh bentuk penghargaan terbuka.

"Karena begini, tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah, kalau ada ranking pertama dan diumumkan, belajarnya jadi rajin. Kemudian daerah, kalau dilombakan, juga jadi rajin," ucap mantan Bupati Purwakarta itu dalam antara. 

Selain memicu kewaspadaan publik, KDM menggarisbawahi bahwa skema hadiah uang tunai ini dirancang secara psikologis 

untuk meredam maraknya aksi main hakim sendiri di lapangan. 

"Logikanya sederhana. Misalnya ada maling motor, jangan digebuki sampai mati. Kalau ada sayembara dari saya, tidak usah digebuki sampai mati, lumayan Rp10 juta kalau diantarkan. Itu secara psikologis akan memengaruhi," kata KDM.(klw).

 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:16
12:21
02:04
03:45
02:28
03:25

Viral