- Cabin Peduli.
Rahasia Tetap Aktif di Usia 40, 50, hingga Lansia! Instruktur Sarankan Rutin Lakukan Senam Ini
Jakarta, tvOnenews.com - Olahraga sederhana yang mudah diikuti semua usia semakin mendapat tempat di tengah masyarakat. Salah satunya adalah Senam Bogor Bugar, yang kini banyak diminati karena menggabungkan unsur peregangan, koordinasi gerak, latihan pernapasan, keseimbangan, serta penguatan otot dalam satu rangkaian gerakan yang ringan namun efektif.
Minat masyarakat terhadap senam ini terlihat dari kegiatan Senam Bogor Bugar yang diikuti lebih dari 150 warga Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, pada Minggu (9/8/2026). Sejak pagi, peserta dari berbagai kelompok usia memenuhi area kegiatan dan mengikuti setiap rangkaian gerakan secara bersama-sama.
Menurut instruktur Senam Bogor Bugar, Roida, karakteristik utama senam ini terletak pada gerakannya yang sederhana, berirama, teratur, dan melibatkan banyak bagian tubuh. Rangkaian gerakan biasanya mencakup pemanasan, peregangan, latihan koordinasi, hingga pendinginan.
"Yang menjadi ciri khasnya adalah gerakan dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, dengan intensitas yang dapat disesuaikan dengan kemampuan peserta. Jadi, senam ini tidak hanya berfokus pada kelenturan, tetapi juga membantu menjaga kebugaran, koordinasi, keseimbangan, dan daya tahan tubuh," jelas Roida.
Berbeda dengan senam aerobik yang umumnya berintensitas tinggi atau line dance yang lebih menitikberatkan pada koreografi, Senam Bogor Bugar dirancang agar nyaman dilakukan oleh berbagai kelompok usia, termasuk lansia.
Roida menyarankan agar Senam Bogor Bugar dilakukan secara rutin sebanyak 3–5 kali dalam seminggu, dengan durasi sekitar 30–60 menit setiap sesi. Bagi pemula atau lansia, latihan dapat dimulai dari 20–30 menit, kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai kondisi tubuh.
"Yang terpenting bukan hanya lama senam, tetapi konsistensi dan intensitas yang sesuai kemampuan. Sebaiknya diawali dengan pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan," ujarnya.
Salah satu anggapan yang sering muncul adalah bahwa senam hanya bermanfaat untuk membuat tubuh lebih lentur. Menurut Roida, anggapan tersebut benar, namun perlu dipahami secara lebih tepat.
"Senam dan latihan peregangan yang dilakukan secara rutin dapat membantu mempertahankan atau meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak sendi. Hal ini penting karena seiring bertambahnya usia, seseorang cenderung mengalami penurunan kelenturan otot dan mobilitas sendi jika tidak aktif bergerak," katanya.