- Tangkapan layar Facebook Eston Halamury
Viral Pengawal Gubernur Maluku Sebut Mahasiswa “Monyet”, Ini Kronologi dan Aturan Hukumnya
tvOnenews.com - Momen peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Ambon yang semestinya berlangsung khidmat justru berujung sorotan. Sebuah video berdurasi sekitar 46 detik memperlihatkan ketegangan antara pengawal pribadi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan seorang mahasiswa di kawasan Tribun Lapangan Merdeka Ambon.
Perhatian publik semakin besar setelah terdengar ucapan “monyet” yang dilontarkan pengawal tersebut kepada mahasiswa. Rekaman itu kemudian menyebar di media sosial dan memicu kecaman dari sejumlah pihak.
Di sisi lain, Rohim, pengawal yang berada dalam video, telah menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan penjelasan mengenai situasi yang melatarbelakangi insiden tersebut.
Video Pengawal Gubernur Maluku Viral Usai Upacara HUT RI
Insiden tersebut terjadi tak lama setelah upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Ambon selesai pada Senin (17/8/2026).
Dalam rekaman yang beredar, Rohim terlihat berusaha menghentikan seorang mahasiswa asal Seram Utara yang hendak menemui Gubernur Maluku.
Mahasiswa tersebut disebut membawa surat dari seorang kepala desa di Pulau Seram untuk disampaikan kepada gubernur.
Rohim bersama seorang pria lain tampak mencegah mahasiswa itu mendekati gubernur. Dalam situasi yang berlangsung tegang, terjadi percakapan antara keduanya.
“Tidak bagus bukan saatnya sekarang bodok ee,” kata Rohim kepada mahasiswa tersebut.
Situasi kemudian memanas. Rohim terdengar mengucapkan kata “monyet” ketika meminta mahasiswa menghormati aturan pengamanan.
“Kau dengar ka seng (tidak), ada aturannya monyet ee. Hargai orang sedikit,” tegas Rohim.
Mahasiswa tersebut kemudian menjawab bahwa dirinya merupakan manusia dan hanya bermaksud menyerahkan surat.
“Beta manusia Pak bukan monyet. Hargai kami menghargai dan kami hanya ingin kasih ini saja,” kata mahasiswa itu sambil menunjuk surat yang dibawanya.
Potongan video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memunculkan tudingan mengenai dugaan ucapan bernuansa rasial.
- Tangkapan layar Facebook Eston Halamury
Pengawal Pribadi Gubernur: Minta Maaf dan Ungkap Versi Kronologi
Setelah video menjadi perhatian publik, Rohim menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Seram Utara. Ia mengakui ucapan yang disampaikannya dapat melukai perasaan pihak tertentu.
“Mengawali pernyataan ini saya menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi kemarin,” kata Rohim saat memberikan tanggapan pada Selasa (18/8/2026).